AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Sri Mulyani Naikkan Harga Jual Eceran Rokok Elektrik 17,5 Persen

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Senin, 13 Desember 2021 18:57 WIB
Pemerintah tidak hanya menaikkan tarif cukai rokok tahun depan, tapi juga menaikkan harga jual eceran (HJE) untuk rokok elektrik sebesar 17,5 persen.
Sri Mulyani Naikkan Harga Jual Eceran Rokok Elektrik 17,5 Persen (FOTO: MNC Media)
Sri Mulyani Naikkan Harga Jual Eceran Rokok Elektrik 17,5 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah tidak hanya menaikkan tarif cukai rokok tahun depan, tapi juga menaikkan harga jual eceran (HJE) untuk rokok elektrik sebesar 17,5 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan rokokok elektrik terbagi atas tiga kategori, yaitu padat, cair sistem terbuka dan cair sistem tertutup.Adapun, penyesuaian tarifnya 17,5 persen minimum harga jual eceran (HJE) dengan ketentuan. HJE tertinggi adalah untuk kategori cair dengan sistem tertutup yang dikenakan Rp 35.250 per cartridge.

"Kita menaikkan tarif untuk rokok elektrik dan HPTL (Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya),"kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (13/12/2021). 

Dia menambahkan target penerimaan cukai rokok akan  meningkat dan erdampak pada harga rokok. Sehingga Pemerintah juga harus waspada munculnya rokok ilegal yang tidak kena cukai rokok.

“Rokok adalah barang kena Cukai dan tentu dengan adanya kebijakan yang meningkat maka ada kecenderungan dari kegiatan yang kemudian menjurus kepada illegal. Ini perlu untuk Kita waspadai, semakin tinggi harga rokok maka semakin besar tarif cukai, maka kegiatan dari produksi rokok ilegal juga tinggi," katanya.

Dia menambahkan pemerintah menargetkan penerimaan cukai rokok tahun 2022 sebesar Rp 193 triliun. Angka tersebut sekitar 10 persen. penerimaan negara.

“Kebijakan mengenai cukai menyangkut penerimaan negara karena memang di dalam Undang-Undang APBN 2022 ditargetkan penerimaan Cukai mencapai Rp 193 triliun. Itu menyangkut kurang lebih hampir 10 persen penerimaan negara,” tutup Sri Mulyani. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD