IDXChannel—PT Sun Life Financial Indonesia mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 236 persen secara tahunan pada kuartal I-2026, ditopang oleh kenaikan penjualan bisnis baru sekitar 40 persen secara tahunan pada periode yang sama.
“Jadi kalau tumbuh penjualannya itu bagus, tapi lebih bagus lagi perusahaannya juga laba bersihnya tumbuh luar biasa, di atas 200 persen, lebih tepatnya 236 persen,” ucap Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus pada Press Conference Menyambut 31 Tahun Sun Life di Indonesia: Kinerja Solid dan Peluncuran SHIFA Signature di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Menurut perseroan, pertumbuhan tersebut menjadi indikator bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan dan perencanaan keuangan terus meningkat, terutama di tengah kenaikan biaya medis dan risiko kesehatan yang semakin tinggi.
Sun Life menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap biaya pengobatan menjadi salah satu pendorong utama meningkatnya permintaan asuransi kesehatan. Perusahaan mengungkapkan bahwa inflasi biaya medis di Indonesia mencapai 20 persen pada 2025, jauh di atas inflasi umum.
Selain itu, penyakit kritis disebut mulai banyak menyerang kelompok usia muda, bahkan di bawah 40 tahun. Meski demikian, penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah.
Data menyatakan bahwa tingkat literasi asuransi masyarakat Indonesia telah mencapai sekitar 45 persen, tetapi tingkat kepemilikan asuransi baru sebesar 28,5 persen dan masyarakat Indonesia yang membeli asuransi hanya berada pada 6,6 persen.
Sun Life melihat kondisi tersebut sebagai peluang pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional dalam jangka panjang.
Untuk menangkap peluang tersebut, perusahaan memperluas akses layanan melalui sekitar 1.400 tenaga pemasaran di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus memperkuat portofolio produk kesehatan dan syariah.
Pada kesempatan yang sama, Sun Life meluncurkan produk asuransi kesehatan syariah terbaru bernama Shifa Signature.
Produk tersebut menawarkan perlindungan kesehatan hingga Rp15 miliar per tahun dengan tambahan limit booster hingga Rp35 miliar, termasuk akses perawatan di luar negeri dan manfaat no-claim benefit bagi nasabah yang tidak melakukan klaim.
Sun Life menilai produk berbasis syariah kini semakin diminati dengan pangsa pasar muslim Indonesia sebanyak 87 persen, dan juga oleh masyarakat non-muslim, karena dinilai bahwa masyarakat mengedepankan prinsip transparansi dan pembagian surplus underwriting kepada nasabah.
(Eugenia Siregar)