AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Survei Sebut Insentif Kartu Prakerja Digunakan untuk Beli Sembako hingga Bayar Utang

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Jum'at, 13 Agustus 2021 19:08 WIB
Sebesar 75,8% responden mengaku segera menarik dana insentif setelah menerimanya.
Survei Sebut Insentif Kartu Prakerja Digunakan untuk Beli Sembako hingga Bayar Utang  (FOTO:MNC Media)
Survei Sebut Insentif Kartu Prakerja Digunakan untuk Beli Sembako hingga Bayar Utang (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Center of Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia merilis survei bertajuk Peranan Program Kartu Prakerja di Masa Pandemi Covid-19. Survei CSIS digelar pada 27 Juli hingga 2 Agustus itu, melibatkan sampel sebanyak 2.000 responden yang sudah menjadi peserta Kartu Prakerja. 

Peneliti Senior Departemen Ekonomi CSIS Indonesia, Fajar B Hirawan memaparkan sebesar 75,8% responden mengaku segera menarik dana insentif setelah menerimanya. 

"Dan dari 75,8% ini, sebanyak 81,5% mengaku menarik dana insentif karena butuh uang tunai secepatnya," kata Fajar, Jumat (13/8/2021).  

CSIS kemudian menemukan sebanyak 86,7% responden menggunakan dana insentif untuk membeli sembako dan bahan pangan. Kemudian di urutan kedua untuk membayar listrik dan air, sebesar 63,4%. 

Selanjutnya, sebanyak 51,9% responden menjawab untuk membeli pulsa dan paket internet. Sedangkan menambah modal usaha berada di urutan keempat dengan total responden yang menjawab ini sebanyak 42,4%. 

Selain itu, sebanyak 41,9% menggunakan dana insentif untuk kebutuhan transportasi, lalu biaya mencari kerja sebanyak 28%. Membayar biaya pendidikan sebanyak 24,6%, dan kesehatan 23,5%. 

Adapun sebanyak 16,1% menggunakan dana buat sewa rumah atau kos. Kemudian, untuk membayar utang sebanyak 11,9% dan menabung sebesar 10,5%. 

"Dari 10,5% responden yang menggunakan insentif untuk menabung, sebesar 77,3% diantaranya bertujuan menabung sebagai dana darurat atau untuk berjaga-jaga," tulis survei CSIS. 

Hasil survei CSIS menunjukkan terkait manfaat program Kartu Prakerja selama pandemi, peserta yang memilih jawaban mempelajari hal-hal baru nyaris sama banyaknya dengan peserta yang menjawab membantu memenuhi kebutuhan dasar. Pilihan pertama dijawab sebanyak 33,5%, sementara pemenuhan kebutuhan di angka 31,1%. 

"Sebagian besar dana insentif digunakan untuk kebutuhan harian seperti pangan, listrik, membeli pulsa. Khusus bagi penerima yang berstatus pelaku usaha, dana digunakan untuk membeli barang untuk dijual, ini sebanyak 47%," kata Fajar.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD