sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tekanan Inflasi Bayangi RI Saat Konflik Timur Tengah Memanas

Economics editor Tangguh Yudha
02/03/2026 14:32 WIB
Pemerintah perlu memastikan lonjakan harga minyak tidak langsung berubah menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Tekanan Inflasi Bayangi RI Saat Konflik Timur Tengah Memanas. Foto: iNews Media Group.
Tekanan Inflasi Bayangi RI Saat Konflik Timur Tengah Memanas. Foto: iNews Media Group.

Selain itu, pemerintah juga didorong untuk mengurangi ketergantungan pada pembiayaan jangka pendek dari investor asing. Menurut Rizal, basis investor domestik perlu diperbesar, terutama untuk Surat Berharga Negara (SBN), melalui perbankan, dana pensiun, dan asuransi.

"Pemerintah perlu mengurangi ketergantungan pembiayaan jangka pendek pada investor asing. Dan tentu harus memperbesar basis investor domestik, terutama untuk SBN, perbankan, dana pensiun, asuransi, dan itu akan sangat baik jika memperpanjang tenor utang," ujar Rizal.

Dari sisi perdagangan, Rizal menyebut hubungan dagang Indonesia dengan Iran relatif kecil, meskipun Indonesia mencatat surplus dengan nilai transaksi hampir mencapai USD200 juta. Karena itu, dampak langsung dari sisi perdagangan dinilai tidak terlalu signifikan.

Namun demikian, risiko terbesar tetap berasal dari sektor energi. Indonesia sebagai net importir energi sangat bergantung pada jalur distribusi minyak global, termasuk melalui Selat Hormuz, yang menjadi salah satu titik krusial dalam rantai pasok energi dunia.

"Memang transaksi perdagangan antara Iran dan Irak ini memang akan berpengaruh tapi tidak terlalu besar dari perdagangannya. Tapi justru yang paling akan berpengaruh itu dari sisi energi. Karena kita net importir energi yang memang energinya dari Selat Hormuz itu yang tentu akan berpengaruh terhadap harga," ujar dia.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement