sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Terkendali, Inflasi Lebaran 2024 Tak Setinggi 2023

Economics editor Selfie Miftahul Jannah
02/05/2024 23:00 WIB
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tekanan inflasi Jakarta pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri menurun.
Terkendali, Inflasi Lebaran 2024 Tak Setinggi 2023. (Foto: MNC Media)
Terkendali, Inflasi Lebaran 2024 Tak Setinggi 2023. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tekanan inflasi Jakarta pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri menurun. Inflasi pada April 2024 sebesar 0,26% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,37% (mtm). 

Inflasi tersebut juga lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi pada periode HBKN idul fitri selama 3 tahun terakhir (0,50% mtm). 

Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Arlayana Abubakar menjelaskan, lebih rendahnya inflasi terutama disebabkan oleh deflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. 

Di sisi lain, kelompok transportasi, kelompok perawatan pribadi dan jasa Iainnya, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran menjadi penyumbang inflasi Jakarta pada April 2024. 

Secara tahunan, Jakarta mengalami inflasi sebesar 2,1 1 % (yoy), masih terkendali dalam sasaran 2,5±1 %, dan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (2,1 8%, yoy). Inflasi tersebut juga lebih rendah dari Nasional (3,00%, yoy).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,1 5% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat inflasi 1,33% (mtm). 

Deflasi pada kelompok tersebut terutama disebabkan oleh deflasi pada komoditas cabai merah, beras, telur ayam ras, cabai rawit, dan sawi hijau. 

Penurunan harga cabai merah, cabai rawit, dan beras didukung oleh meningkatnya jumlah pasokan sejalan dengan masa panen raya yang berlangsung di beberapa wilayah sentra. 

Adapun penurunan harga telur ayam ras juga didukung oleh jumlah pasokan yang meningkat disertai dengan harga pakan yang mulai mengalami penurunan seiring dengan mulai masuknya masa panen jagung di beberapa daerah penghasil.

Sementara itu, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,77% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat deflasi 0,01 % (mtm). Inflasi pada kelompok tersebut terutama didorong oleh meningkatnya tarif angkutan udara dan tarif angkutan antar kota. 

Meningkatnya tarif kedua jenis transportasi tersebut dipengaruhi oleh tingginya permintaan pada periode HBKN Idul Fitri sejalan dengan adanya budaya mudik lebaran. 

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa Iainnya juga mengalami peningkatan inflasi menjadi sebesar 1,32% (mtm) dari 0,73% (mtm) pada bulan sebelumnya. 

Meningkatnya inflasi terutama didorong oleh meningkatnya harga pada komoditas emas perhiasan sejalan dengan meningkatnya harga emas global.

Adapun kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran pada April 2024 juga mencatat inflasi 0,41 % (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya (0,19%; mtm), yang terutama didorong oleh meningkatnya inflasi pada komoditas sop, bakso siap santap, dan soto seiring dengan meningkatnya permintaan pada HBKN Idul Fitri.

Realisasi inflasi DKI Jakarta yang masih terkendali tidak terlepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta yang semakin kuat. 

Selama April 2024, TPID Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi, antara Iain Program Sembako Murah di sejumlah kelurahan di Jakarta dan Program Pangan Bersubsidi di 5 wilayah administrasi Kota Jakarta, Fasilitasi subsidi ongkos angkut pada kegiatan Pasar Murah bersinergi dengan Food Station, Perumda Pasar Jaya, dan Perumda Pasar Jaya, Kerjasama antara Food Station dengan Padigital Graha Utama mengenai Pembangunan Ekosistem Pertanian Khususnya Padi dan Jagung, Panen raya se-Jakarta Timur untuk komoditas sayur dan ikan dengan total hasil panen sebesar 822 ton, Rapat Koordinasi TPID mingguan dalam rangka pemantauan Stok dan harga.

Ke depan, sinergi TPID DKI Jakarta akan terus diperkuat untuk memastikan strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif) dapat berjalan baik dan efektif, utamanya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). 

Dengan berbagai upaya sinergi dan kolaborasi tersebut, inflasi Jakarta diharapkan dapat tetap terkendali dalam sasaran yang lebih rendah yaitu 2,5±1 % pada tahun 2024.

(SLF)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement