AALI
9900
ABBA
300
ABDA
6550
ABMM
1405
ACES
1285
ACST
193
ACST-R
0
ADES
3430
ADHI
830
ADMF
7625
ADMG
181
ADRO
2250
AGAR
362
AGII
1395
AGRO
1245
AGRO-R
0
AGRS
158
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1115
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1300
ALKA
300
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.29
-1.25%
-6.43
IHSG
6662.52
-0.95%
-63.86
LQ45
948.36
-1.19%
-11.40
HSI
24709.09
-1.03%
-256.46
N225
27446.70
-0.28%
-75.56
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

Terungkap, Banyak PNS Gagal Jadi Eselon I Karena Pasangannya Buka Medsos Tokoh Radikal

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Rabu, 01 Desember 2021 16:06 WIB
Tjahjo mengaku stres karena belasan PNS gagal menjadi eselon I saat sidang Tim Penilai Akhir (TPA) karena kelakuan pasangannya.
Tjahjo mengaku stres karena belasan PNS gagal menjadi eselon I saat sidang Tim Penilai Akhir (TPA) karena kelakuan pasangannya. (Foto: MNC Media)
Tjahjo mengaku stres karena belasan PNS gagal menjadi eselon I saat sidang Tim Penilai Akhir (TPA) karena kelakuan pasangannya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa tantangan ASN cukup berat dan kompleks. Salah satu tantangannya adalah masalah radikalisme dan terorisme.

Bahkan Tjahjo mengaku stres karena belasan PNS gagal menjadi eselon I saat sidang Tim Penilai Akhir (TPA) karena kelakuan pasangannya.

“Ini saya bikin stres, dua tahun jadi MenPANRB dalam sidang TPA, hampir di atas 16 calon eselon I yang sudah hebat, professor, doktor, mulai dari bawah naik, ikut TPA, gagal jadi eselon I gara-gara kelakuan istrinya atau suaminya,” katanya dalam Seminar Nasional Reformasi Birokrasi dan Penandatangan Butir-Butir Komitmen Kepala Daerah, Rabu (12/1/2021).

Dia mengatakan bahwa banyak pasangan PNS yang sering membuka media sosial milik tokoh-tokoh radikal dan terorisme.

“Istrinya kalau malam kerjanya buka medsos tokoh-tokoh radikal, tokoh-tokoh teroris. Gagal. Pokoknya yang berbau radikalisme terorisme itu ancaman bangsa,” ujarnya.

Tjahjo memastikan bahwa pemerintah berani bersikap dalam menentukan siapa kawan dan siapa lawan. Apalagi radikalisme dan terorisme ini ada yang perorangan maupun kelompok. Selain itu, ada yang terang-terangan atau sembunyi-sembunyi menyebar masalah radikalisme teroris.

“Termasuk di eselon II, eselon I, keluarganya yang berbau ini, atau suka buka medsos, di drop. Karena bukti aplikasi, rekam jejak media di hp nya semua bisa terdata dengan baik,” ujarnya.

Dia menyebut bahwa hampir setiap bulan ada ASN yang diberhentikan karena terlibat masalah radikalisme dan terorisme.

“Di tantangan pertama. Hampir setiap bulan kami mengeluarkan SK ASN yang kita berhentikan karena terpapar radikalisme terorisme,” pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD