AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Tingkatkan Efisiensi, Sektor Mamin Bakal Implementasikan Industri 4.0

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Senin, 03 Januari 2022 19:28 WIB
Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan para era industri 4.0.
Tingkatkan Efisiensi, Sektor Mamin Bakal Implementasikan Industri 4.0
Tingkatkan Efisiensi, Sektor Mamin Bakal Implementasikan Industri 4.0

IDXChannel - Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan para era industri 4.0.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, implementasi industri 4.0 pada industri mamin terbukti meningkatkan efisiensi. Apalagi, pandemi Covid-19 mempercepat adopsi teknologi untuk meningkatkan produktivitas.

"Banyak industri yang juga sudah mulai memikirkan untuk meningkatkan efisiensi melalui making Indonesia 4.0 dimana pada saat ini harus jaga jarak dan lain sebagainya, mengurangi karyawan dan meningkatkan efisiensi yang paling penting," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Senin (3/1/2022).

Di sisi lain, implementasi industri 4.0 juga membutuhkan investasi yang cukup tinggi. Namun demikian, hasil yang didapat menjadi lebih efisien sehingga akan menarik bagi bagi usaha makanan dan minuman.

"Yang paling penting adalah bagaimana pembiayaan ini ada sehingga teknologi ini tersedia. Dengan begitu kita bisa mempercepat program making Indonesia 4.0," ungkapnya.

Adhi melanjutkan, selain penerapan teknologi, koordinasi antar kementerian dan lembaga juga akan mendukung pertumbuhan industri mamin. Dia berharap adanya koordinasi yang erat dari sektor hulu mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, dan lainnya terkait jaminan pasokan bahan pangan.

"Kalau ini bisa ditingkatkan produksinya kemudian harganya bisa terjangkau, maka akan sangat membantu sekali dalam mengurangi ketergantungan impor dan menurunkan harga pokok. Tapi yang penting kolaborasi pemerintah, petani tetap untung tapi harga murah," tuturnya. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD