AALI
9275
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
725
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
177
ADRO
3230
AGAR
312
AGII
2230
AGRO
745
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1155
AKSI
274
ALDO
760
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.14
0.12%
+0.65
IHSG
7141.90
0.12%
+8.45
LQ45
1017.94
0.16%
+1.58
HSI
19812.78
-0.55%
-109.67
N225
28963.25
-0.89%
-259.52
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
837,319 / gram

Tren Pemulihan Industri Mamin Nasional Terselamatkan Kebijakan Pemerintah

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Sabtu, 30 April 2022 04:47 WIB
Beruntung, kebijakan terbaru pemerintah tentang pelonggaran aturan penanganan pandemi seiring jumlah kasus yang mulai melandai mulai membawa angin segar.
Tren Pemulihan Industri Mamin Nasional Terselamatkan Kebijakan Pemerintah (foto: MNC Media)
Tren Pemulihan Industri Mamin Nasional Terselamatkan Kebijakan Pemerintah (foto: MNC Media)

IDXChannel - Pandemi COVID-19 yang meluluhlantakkan perekonomian tak terkecuali juga menghantam kinerja industri makanan dan minuman (mamin). Daya beli masyarakat yang melemah, mobilitas yang serba terbatas dan terganggunya jalur distribusi akibat kebijakan lockdown yang diterapkan sejumlah daerah membuat bisnis mamin sangat tertekan.

Beruntung, kebijakan terbaru pemerintah tentang pelonggaran aturan penanganan pandemi seiring jumlah kasus yang mulai melandai mulai membawa angin segar. Hal ini lantaran sejak awal pandemi berlangsung di triwulan II/2020, pelaku usaha tak tahu apa yang harus dilakukan karena tidak adanya pengalaman menghadapi pandemi.

"Kami diselamatkan kebijakan Kementerian Perindustrian agar tetap bisa berproduksi sehingga industri makanan dan minuman tetap bisa beroperasi dengan protokol dan laporan ketat," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Adhi S Lukman, dalam IDX Special Dialogue Idul Fitri 1443 H, Jumat (29/4/2022).

Hingga akhirnya, Adhi mengaku pada tahun 2020, industri mamin masih bisa tumbuh walau hanya 1,58 persen. Kemudian di tahun 2021, karena sudah ada pengalaman yang cukup maka terjadi pertumbuhan sebessar 2,54 persen.

"Kami ada drop sedikit di bulan Juli 2021 karena waktu itu sangat tinggi sekali varian Deltanya. Berbahaya sekali. Itu juga berpengaruh sedikit. Tapi untungnya di bulan Agustus selanjutnya sudah bisa terkendali lagi karena memang pemerintah dan pelaku usaha sudah punya pengalaman yang cukup panjang sehingga kita bisa mengendalikan pertumbuhan tetap positif di tahun 2021 itu," jelas Adhi.

Industri mamin sendiri melewati beberapa krisis saat pandemi, mulai kesehatan, ekonomi, logistik, sampai komoditi yang jelas menyebabkan dampak yang serius. Pada tahun 2020-2021, GAPMMI melaporkan beberapa perusahaan sudah menyesuaikan harga karena lonjakan biaya harga komoditi, logistik dan sebagainya.

"Kemudian 2022 melanjutkan kenaikan, tiba-tiba FAO pada Maret melaporkan ada kenaikan pangan, dilanjutkan ada kenaikan lagi, ini yang menjadi tantangan kita," tegas Adhi.

Menurutnya, untuk kuartal I 2022, industri mamin bertumbuh dengan baik. Adapun beberapa kota dan perusahaan melaporkan permintaan cukup bagus karena permintaan ritel dari Desember 2021 sudah ramai untuk persiapan lebaran tahun ini.

"Kemudian pemerintah memberikan kelonggaran untuk bisa mudik yang kita lihat kemarin macetnya luar biasa, dan ini akan berdampak positif terhadap industri makanan dan minuman," kata Adhi.

Hal itu karena setelah 2 tahun tidak mudik bersama, akhirnya tahun ini diperbolehkan sehingga ada percepatan permintaan makanan dan minuman. Apalagi selama perjalanan, produk makanan olahan akan menjadi andalan untuk konsumsi masyarakat.

"Tetap tantangan kita ada di harga pokok penjualan yang meningkat luar biasa karena harga komoditi tadi," ujar Adhi. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD