AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Utang di Pinjol Ilegal Ternyata Tidak Perlu Wajib Bayar

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Senin, 18 Oktober 2021 17:21 WIB
Pinjam uang di pinjol ilegal ternyata masyarakat yang meminjam uang tidak punya kewajiban untuk mengembalikan dananya.
Utang di Pinjol Ilegal Ternyata Tidak Perlu Wajib Bayar (FOTO: MNC Media)
Utang di Pinjol Ilegal Ternyata Tidak Perlu Wajib Bayar (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pinjaman online (Pinjol) saat ini kian marak, baik yang legal maupun ilegal. Khususnya yang ilegal, ternyata masyarakat yang meminjam uang tidak punya kewajiban untuk mengembalikan dananya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G. Plate pun banyak sekali menerima pertanyaan mengenai pinjol ini. Salah satu  yang paling banyak ditanyakan kepadanya ialah apakah wajib untuk membayar hutang di pinjol ilegal.

"Banyak sekali yang bertanya ke saya seperti ini, kalau yang minjam di pinjol ilegal atau tidak terdaftar, ada kewajiban membayar enggak?" ungkap Menteri Johnny membahas mengenai pinjol ilegal, di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin (18/10/2021).

Lalu, dia menjawab, "Semua yang dimulai dengan yang tidak mengikuti aturan, yang ilegal, hukumnya ilegal dan ini ditindak. Dan kalau ada yang mau mengambil usaha secara ilegal, risikonya pun ada termasuk risiko tidak dibayar kembali,” ungkap Johnny.

Di sisi lain, Menteri Jhonny menerangkan bahwa sebagai bangsa Indonesia, di mana fintech Indonesia pun sedang bertumbuh baik, masyarakat mesti bersama-sama menyehatkan fintech yang legal.

"Namun kita harus menyehatkan fintech kita, karena bagi yang meminjam punya kewajiban untuk membayar kembali. Bagi yang meminjam mempunyai hak dan kewajiban," ungkapnya.

Kemudian, bagaimana dengan yang memberikan pinjaman? "Bagi yang memberikan pinjaman, punya hak dan kewajiban juga. Dan usahakan untuk ikuti aturan kami dengan baik," tambahnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD