AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
0.00
-100%
-15602.90
Kurs
HKD/IDR 185
USD/IDR 14,685
Emas
840,341 / gram

Waspada! Cacar Monyet Merebak di Eropa, Bagaimana dengan Indonesia?

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Senin, 23 Mei 2022 13:01 WIB
Penyakit ini menjadi kekhawatiran serius negara-negara Eropa karena sekarang mulai mewabah.
Waspada! Cacar Monyet Merebak di Eropa, Bagaimana dengan Indonesia? (FOTO:MNC Media)
Waspada! Cacar Monyet Merebak di Eropa, Bagaimana dengan Indonesia? (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Badan Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan ada 92 kasus konfirmasi cacar monyet di dunia, 28 kasus lainnya suspek. 

Penyakit ini menjadi kekhawatiran serius negara-negara Eropa karena sekarang mulai mewabah. 

"Sebanyak 92 kasus terkonfirmasi cacar monyet dan 28 suspek. Penyelidikan terus berjalan. Ada 12 negara melaporkan kasus ini dan negara-negara itu sejatinya bukan negara endemi virus cacar monyet," terang WHO, dikutip dari laman Philippine News Agency.

Hingga saat ini Kementerian Kesehatan tidak mengumumkan satu kasus pun terkait cacar monyet. Apakah artinya Indonesia aman dari penyakit infeksi ini? 

Menurut Ahli Epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman, potensi cacar monyet masuk dari negara-negara yang melaporkan kasus sangat besar. Terlebih, Indonesia punya 'direct flight' ke beberapa negara yang melaporkan kasus cacar monyet. 

"Jadi, kalau ditanya apakah Indonesia berpotensi melaporkan kasus cacar monyet, bisa saya jawab sangat tinggi potensinya. Terlebih, masa inkubasi penyakit ini yang cenderung lama yaitu 3 minggu, sehingga potensi seseorang membawa virus tanpa disadari pun semakin besar," papar Dicky pada MNC Portal, Senin (23/5/2022).

Selain itu, hewan membawa virus-nya pun ada di Indonesia. Artinya, potensi penyakit cacar monyet ditemukan di Indonesia pun semakin besar kemungkinannya. 

Dengan risiko-risiko tersebut, Dicky meminta kepada pemerintah agar memperkuat deteksi dini di pintu masuk negara yang melaporkan kasus cacar monyet ataupun negara endemi virus cacar monyet. 

"Deteksi dini ini bisa berupa pengecekan suhu dan gejala lainnya, serta kalau memungkinkan pengecekan vaksin smallpox yang mana hampir seluruh dunia sudah memilikinya," kata Dicky. 

"Jadi, saat di pintu masuk, orang dari negara yang melaporkan kasus monkeypox atau cacar monyet bisa ditanya apakah sudah menerima vaksin smallpox atau belum," tambahnya. 

Dicky pun berharap agar aplikasi PeduliLindungi semakin berkembang dengan menyajikan data soal vaksin smallpox. Ini agar memastikan data apakah individu sudah menerima vaksin cacar atau belum. 

"Data yang ada sejauh ini mengungkapkan bahwa vaksin smallpox atau vaksin cacar cukup efektif menghalau cacar monyet. Dengan begitu, data vaksin smallpox diperlukan untuk bisa ditambahkan di PeduliLindungi," saran Dicky. 

Lalu, saran untuk masyarakat adalah terus menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Kebiasaan yang sudah dibentuk gegara pandemi Covid-19 seharusnya terus dijalankan karena itu bermanfaat untuk semua penyakit menular. 

"Pakai masker, jaga jarak, jauhi kerumunan, tidak sharing alat makan atau makanan dan minuman, dan menjauhi orang yang sakit adalah kebiasaan yang sudah terlatih sejak pandemi dan itu harus dipertahankan," kata Dicky. 

Ia menambahkan, bagi orang yang sakit pun seharusnya kini sudah mulai sadar agar tidak berkeliaran. Sebaiknya yang sakit ditangani oleh tenaga medis dan ditempatkan di tempat yang berbeda dengan yang sehat. 

"Ingat, ketika ada masalah ruam di kulit dengan pembengkakan kelenjar getah bening, maka isolasi diri. Sama seperti Covid-19 kemarin. Tapi, untuk cacar monyet, ini sudah ada vaksin dan antiviralnya, sehingga pengobatan bisa lebih terkendali," papar Dicky. 

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD