AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Waspada, Cek Hal-hal Berikut Ini Sebelum Gunakan Pinjol

ECONOMICS
Muhammad Yan Yusuf
Rabu, 15 September 2021 17:40 WIB
Sebelum melakukan pinjaman online, masyarakat bisa melakukan pengecekan dengan melihat status usahanya melalui website resmi OJK.
Sebelum melakukan pinjaman online, masyarakat bisa melakukan pengecekan dengan melihat status usahanya melalui website resmi OJK. (Foto: MNC Media)

IDXChannel- Layanan pinjaman online semestinya memudahkan masyarakat dalam membutuhkan dana yang mendesak. Namun pada prakteknya, pinjaman online secara ilegal justru malah menjebak masyarakat, bahkan mereka seperti terjerat dan tidak bisa bisa lepas.

Syarat yang mudah dan pencairan yang cepat menjadi alasan masyarakat tergiur dengan pinjaman online. Disisi lain kondisi ini diperburuk dengan minimnya literasi tentang bahaya pinjaman online.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia sendiri tidak tinggal diam, sejak 25 Agustus 2021 ada 77 pernyelenggara pinjaman online atau fintect yang beroperasi di Indonesia. Jumlah ini diyakini masih sebagian kecil dari jumlah pinjaman online yang tersebar di Indonesia.

Karena itu, resiko anda terjebak pinjaman dengan beban bunga terlampau tinggi dan membuat kondisi keuangan berantakan sangatlah tinggi.

Karena itu sebelum melakukan pinjaman online, masyarakat bisa melakukan pengecekan dengan melihat status usahanya melalui layanan usaha di website resmi OJK, atau menghubungi kontak 157 OJK. Bila nantinya terdaftar atau
mengantongi izin usaha, dapat dipastikan jika layanannya telah sesuai dengan aturan yang berlaku dan aman untuk dimanfaatkan.

Selain itu, saat mengajukan pinjaman, sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Sebab, tak jarang masyarakat yang melakukan pinjaman seringkali memaksakan pinjaman dengan nominal yang besar dan tak memperhitungkan kemampuan finansialnya.

Dengan suku bunga yang terbilang tinggi, mengajukan pinjaman online dengan jumlah yang jauh melebihi kemampuan keuangan membuat menuntun anda pada kebangkrutan.

OJK sendiri melalui laman websitenya menyebutkan, rasio maksimal dari seluruh cicilan yakni 30 persen dari jumlah penghasilan setiap bulannya. Jika nilainya melebihi angka tersebut, kemungkinan besar Anda akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan lain yang tidak kalah pentingnya.

Selain itu, tidak gunakan uang pinjaman onlien demi memenuhi hasrat membeli kebutuhan konsumtif karena nantinya hanya akan menjadi beban keuangan saja.

Suku Bunga

Menurut anjuran dari OJK, cari tahu dahulu tingkat suku bunga dan denda pinjaman online agar tidak kaget saat mengetahui jumlah cicilan yang harus dilunasi per bulannya.

Termasuk draft dalam pinjaman, setiap poin pada Kontrak Perjanjian Selayaknya kontrak perjanjian pada umumnya, segala hal tentang kegiatan pinjaman online, seperti suku bunga, tenor, denda keterlambatan, tanggal jatuh tempo, dan berbagai poin penting lainnya akan tertulis dalam dokumen tersebut. Kontrak perjanjian pinjaman online pun harus jelas dan tidak ambigu.

Termasuk menanyakan segala hal yang tidak paham agar tak memicu kesalahpahaman di kemudian hari dan merugikan salah satu pihak. Kontrak itu menjadi pedoman saat terjadi perselisihan antara pihak nasabah dan pemberi pinjaman. Jadi, pastikan untuk benar-benar memahami isi berkas tersebut sebelum membubuhkan hitam di atas putih. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD