AALI
9725
ABBA
302
ABDA
5825
ABMM
1370
ACES
1255
ACST
184
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2310
AGAR
360
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
69
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
172
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
710
AKSI
690
ALDO
1390
ALKA
292
ALMI
288
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2022/01/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.19
-0.02%
-0.10
IHSG
6611.16
0.16%
+10.34
LQ45
947.02
0.02%
+0.16
HSI
23775.35
-2.12%
-514.55
N225
26170.30
-3.11%
-841.03
NYSE
16236.51
-0.64%
-103.81
Kurs
HKD/IDR 1,844
USD/IDR 14,383
Emas
837,385 / gram

WHO Sebut Belum Ada Kematian di Dunia Akibat Varian Omicron

ECONOMICS
Siska Permata Sari/iNews
Minggu, 05 Desember 2021 17:28 WIB
Varian Omicron menjadi kekhawatiran baru di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia.
WHO Sebut Belum Ada Kematian di Dunia Akibat Varian Omicron
WHO Sebut Belum Ada Kematian di Dunia Akibat Varian Omicron

IDXChannel - Varian Omicron menjadi kekhawatiran baru di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa varian Covid-19 yang satu ini dikabarkan telah terdeteksi di 38 negara.

Namun, kabar baiknya, sejauh ini WHO belum menemukan kasus kematian akibat varian Omicron. Hal tersebut diungkapkan juru bicara WHO Christian Lindmeier.

“Kami belum melihat laporan kematian terkait Omicron," kata Lindmeier seperti dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (5/12/2021).

Juru bicara WHO mengatakan, dunia perlu melindungi diri juga dari varian yang sudah ada dan terbukti cepat menyebar seperti Delta. 

Sebab seperti diketahui, sejak Covid-19 pertama kali ditemukan hampir dua tahun lalu, WHO telah mengonfirmasi hampir 263 juta kasus dan lebih dari 5,22 juta kematian secara global.

Meski belum ada kasus kematian yang ditemukan akibat varian Omicron, Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengingatkan untuk tetap waspada dan tidak perlu panik berlebihan. 

“Seberapa khawatir kita seharusnya? Kita harus siap dan hati-hati, jangan panik, karena situasi kita berbeda dengan tahun lalu,” ungkap Swaminathan dikutip dari Al-Jazeera.

Sebagai informasi, varian Omicron atau B.1.1.529 diketahui pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan. Kini, varian tersebut telah terdeteksi di 38 negara. Beberapa di antaranya Kanada, Austria, Belgia, Denmark, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Skotlandia, Botswana, Israel, Australia, dan Hong Kong.

Negara-negara tetangga di Asia seperti Malaysia, Singapura, India, Korea Selatan, dan Jepang juga telah mendeteksi adanya kasus positif Covid-19 dengan varian Omicron.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD