"Tentu yang paling mendasar itu dulu yang akan dijalankan, nanti dilihat perkembangannya. Kalau koperasinya sudah bagus, di desa itu ada potensi berbagai hal, bisa saja koperasinya mengembangkan ada desa wisata, ada desa tematik, ada macam-macam. Tetapi yang paling mendasar tadi, infrastruktur dan sebagai offtaker," lanjut Zulhas.
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan keberadaan koperasi desa akan memangkas rantai pasok komoditas pertanian yang selama ini dinilai terlalu panjang.
"Ini koperasi sebenarnya kalau sektor pertanian, ini adalah fungsi utamanya memotong supply chain, rantai pasok. Itu dari delapan menjadi tiga. Jadi dari delapan rangkaian menjadi tiga. Tiga itu dari petani ke koperasi, koperasi ke masyarakat," ungkap Amran.
Menurutnya, panjangnya rantai distribusi membuat keuntungan lebih banyak dinikmati para perantara. Berdasarkan perhitungan pemerintah terhadap sembilan komoditas pertanian, keuntungan yang diperoleh middleman mencapai sekitar Rp313 triliun.
Amran menilai apabila sebagian keuntungan tersebut dapat dialihkan melalui koperasi, maka pendapatan petani akan meningkat sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.