AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Doddy Sudradjat Ungkit Warisan Vanessa Angel, Ini Hukumnya Berdasarkan Islam

ECOTAINMENT
Novi Fauziah
Senin, 29 November 2021 15:25 WIB
Islam mengatur hukum waris jika seseorang meninggal dunia.
Islam mengatur hukum waris jika seseorang meninggal dunia. (Foto: MNC Media)
Islam mengatur hukum waris jika seseorang meninggal dunia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Belakangan ini ayah mendiang Vanessa Angel, Doddy Sudrajat masih jadi perbincangan hangat soal pembagian warisan dan harta benda lainnya, hingga permasalahan asuransi yang ditinggal oleh putrinya itu.

Gara-gara uang asuransi itu, Doddy bahkan sempat bersitegang dengan sang besan, H. Faisal. 

"Ya, penginan saya suratnya terpisah. Jadi ahli waris dari pihak Bibi memiliki surat tersendiri, Vanessa memiliki suratnya tersendiri," ujar Doddy Sudrajat dikutip dari kanal YouTube belum lama ini.

Lalu bagaimana sebenarnya pembagian harta waris menurut Islam?

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, jika seorang istri atau suami, bahkan keduanya meninggal dunia dan memiliki harta, maka itu semua akan diwariskan kepada anak-anaknya baik laki-laki maupun perempuan.

“Karenanya kita harus tahu rukun waris dulu sebelum menentukan siapa yang berhak menerima harta warisan Istri tersebut,” katanya saat dihubungi MNC Portal belum lama ini.

Hal ini juga dijelaskan di dalam Alquran surah An Nisa, Allah SWT berfirman:

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۚ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ ۚ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya : “Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seper-enam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS.An-Nisa:11).

Sementara itu menurut Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadist Indonesia, Ustadz Fauzan Amin menuturkan, jika menggunakan sistem warisan atau ilmu faraid, pembagian harta waris memiliki takarannya masing-masing. Misalnya, anak laki-laki mendapatkan lebih besar dibandingkan anak perempuan.

Ustadz Ainul Yaqin menjelaskan, apabila menggunakan sistem warisan, anak laki-laki dihitung kepala dua. Perempuan dihitung satu, kenapa? Karena anak laki-laki nantinya akan memiliki tanggung jawab atas istrinya. Kenapa prempuan hanya satu? Karena kalau perempuan nanti saat menikah berada di bawah naungan tanggung jawab suami. 

"Jadi Islam sangat adil kalau mengikuti skema wasiat,” ujarnya.

Sementara itu dikutip dari buku Percikan Hukum Waris karya Ustadz Saifudin ASM, disebutkan bahwa Islam dan Assunnah telah memberikan pedoman yang jelas dan rinci tentang hak dan kewajiban ahli waris. Ini yang mengatur ini disebut faraidh.

Menurutnya mempelajari ilmu faraid dan mengetahui hukum waris sesuai tuntunan syariat sangat penting.

Rasulullah bersabda kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

يَا أَبَا هُرَيْرَةَ تَعَلَّمُوا الْفَرَائِضَ وَعَلِّمُوهَا، فَإِنَّهُ نِصْفُ الْعِلْمِ وَهُوَ يُنْسَى، وَهُوَ أَوَّلُ شَيْءٍ يُنْزَعُ مِنْ أُمَّتِي

Artinya: “Wahai Abu Hurairah, belajarlah ilmu faraidh dan ajarkanlah, karena sesungguhnya ia adalah setengah dari ilmu. Dan ilmu itu akan dilupakan dan dia adalah ilmu yang pertama kali dicabut dari umatku.” (HR. Ibnu Majah no. 2719).

Dalam riwayat lain ketika kaum muhajirin masuk ke Madinah, mereka saling mewarisi dengan kaum ansar dan meninggalkan hak keluarga terdekat sebagimana firman Allah:

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مَوَالِيَ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ وَالَّذِينَ عَقَدَتْ أَيْمَانُكُمْ فَآتُوهُمْ نَصِيبَهُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدًا (33)

Artinya: “Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, kami jadikan pewaris-pewaris. Dan (jika ada) orang-orang yang kalian telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah kepada mereka bagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.” (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD