AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Tak Terpengaruh PPnBM, Permintaan Mobil Bekas Tetap Tumbuh Subur

ECOTAINMENT
Intan Rakhmayanti
Jum'at, 04 Juni 2021 16:44 WIB
Berdasarkan survei terkait Sentimen Pasar Mobil Bekas yang dilakukan OLX Autos, permintaan mobil bekas saat ini lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi.
Tak Terpengaruh PPnBM, Permintaan Mobil Bekas Tetap Tumbuh Subur. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pasar mobil bekas terus menunjukkan pemulihan dari waktu ke waktu. Berdasarkan survei terkait Sentimen Pasar Mobil Bekas yang dilakukan OLX Autos, permintaan mobil bekas saat ini lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi.

Dari survei yang dilakukan terhadap 1.193 responden, terlihat bahwa penggunaan mobil pribadi pada kuartal I/2021 tercatat mencapai 41%, sedangkan sebelum pandemi hanya sekitar 33%. Hal tersebut terjadi karena masyarakat memilih mencari moda transportasi yang lebih aman.

Memasuki penghujung semester I 2021, ada dua kekuatan utama yang mempengaruhi pasar mobil bekas Tanah Air, yakni Kebijakan PPnBM dan Ramadhn. Adapun, kebijakan PPnBM yang berlaku sejak awal tahun ini turut mengubah perilaku konsumen dan dealer mobil bekas.

Dari sisi konsumen atau pembeli, survei yang dimulai 11 April-2 Mei 2021 itu memperlihatkan hanya sekitar 10% konsumen mobil bekas membeli mobil baru setelah relaksasi PPnBM itu diterapkan.

Kemudian, bagi penjual perorangan, adanya kebijakan tersebut membuat mereka mempercepat waktu penjualan seiring dengan adanya kekhawatiran penurunan harga lebih lanjut dan permintaan yang lebih rendah.

Sementara itu, bagi diler, mereka berupaya untuk beradaptasi dengan mengurangi pembelian stok mobil, memperluas saluran penjualan, dan mengurangi harga jual.

Director of Insights OLX Indonesia, Jefferson Kuesar, mengatakan, kebijakan PPnBM ini membuat sekitar 35%-40% transaksi mobil bekas mengalami penurunan harga.

"Hal ini juga tentunya menjadi alasan sebagian besar konsumen untuk memilih mobil bekas seiring dengan adanya keterbatasan anggaran,” katanya dalam keterangan pers, Jumat (4/6/2021).

Selain kebijakan PPnBM, momen Ramadan turut mempengaruhi pasar mobil bekas saat ini. Meskipun ada penyekatan wilayah selama masa Ramadan tahun ini, permintaan mobil bekas masih mencatatkan pertumbuhan.

Kendati belum sepenuhnya pulih, jika dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu, permintaan mobil bekas pada Ramadhan tahun ini tumbuh sekitar 10%. Jeff mengatakan bahwa penyekatan wilayah tidak membatasi permintaan karena konsumen memanfaatkan harga yang lebih rendah dan membutuhkan transportasi yang lebih aman.

"Dengan demikian, melihat kondisi hingga pertengahan tahun ini, kami optimistis kinerja industri mobil bekas akan positif pada penghujung tahun ini,” pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD