AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Ajak Mahasiswa Investasi, OJK: Beli Saham Sekarang, Mumpung Masih Murah

MARKET NEWS
Hafid Fuad
Senin, 06 Desember 2021 12:38 WIB
Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengajak kepada mahasiswa untuk tidak menunggu waktu lama untuk berinvestasi.
Ajak Mahasiswa Investasi, OJK: Beli Saham Sekarang, Mumpung Masih Murah. (Foto: MNC Media)
Ajak Mahasiswa Investasi, OJK: Beli Saham Sekarang, Mumpung Masih Murah. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengajak kepada mahasiswa untuk tidak menunggu waktu lama untuk berinvestasi. Apalagi, Indonesia saat ini sudah dalam proses pemulihan yang turut melambungkan keyakinan investor di pasar modal.

Untuk itu, Wimboh mengingatkan kepada para investor untuk segera menanamkan uangnya dengan berinvestasi saham di pasar modal. Apalagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah pulih dan saat ini sedang menuju tren level 7.000. 

"Kalau mau beli saham sekarang masih murah jangan tunggu ekonomi pulih sepenuhnya. Harapan kita indeks bisa ke 7.000. Karena itu jangan ditunggu sampai tinggi. Saham itu kan soal kecepatan walaupun saya tidak menyarankan beli saham yang mana," ujar Wimboh dalam webinar Kuliah Umum Bersama Ketua DK OJK di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (6/12/2021). 

Data OJK menunjukkan penghimpunan dana di pasar modal di 2021 telah melampaui nilai di 2020. Per 30 Nov 2021 tercatat sudah terhimpun sebesar Rp321,8 Triliun dari 169 Penawaran Umum.

Wimboh menambahkan sekarang terdapat 45 emiten baru di 2021. "Berikutnya masih terdapat 9 penawaran umum dalam rencana dengan nilai mencapai Rp6,51 Triliun. Ini masih dalam pipeline diperkirakan ditargetkan untuk 2021," katanya.

Pertumbuhan pasar modal didukung jumlah investor yang terus meningkat signifikan di tengah pandemi menjadi 6,8 juta di bulan Oktober 2021 dan mayoritas merupakan investor ritel.

Investor ritel berusia di bawah 30 tahun semakin mendominasi dibandingkan tahun lalu. Data Desember 2020 porsinya sebesar 54,90%, sementara pada Desember 2021 sudah mencapai 59,50%. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD