Lebih dari dua bulan setelah perang antara AS-Israel dengan Iran di Timur Tengah, investor mulai khawatir tentang dampak ekonomi dari konflik tersebut. Tekanan inflasi meningkat dan prospek kenaikan suku bunga acuan semakin terbuka lebar.
Aksi jual besar-besaran pada Senin semakin diperparah oleh berita bahwa pemerintah Jepang kemungkinan akan menerbitkan utang baru. Tokyo membutuhkan dana untuk meredam dampak ekonomi dari perang di Timur Tengah.
Aksi jual besar-besaran dimulai pekan lalu. Investor dikejutkan oleh serangkaian angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan secara global, khususnya di AS.
Data terbaru menunjukkan harga konsumen dan produsen AS melonjak pada April. Kondisi serupa juga terlihat di China, Jerman, dan Jepang.
Meskipun menyepakati gencatan senjata bulan lalu, negosiasi antara AS dan Iran hingga kini buntu, mengecilkan peluang berakhirnya konflik dalam waktu dekat.