IDXChannel—Apa itu MSCI? Morgan Stanley Capital International atau MSCI adalah perusahaan keuangan dengan bisnis jasa investasi. Lembaga ini memiliki layanan berupa penyusunan indeks saham, indeks real estat, hingga analytic tool untuk investor.
Jenis indeks pasar saham yang disusun oleh MSCI antara lain indeks sektoral, indeks global, indeks regional, indeks negara, dan indeks faktor.
Dari sekian banyak saham yang terdaftar di pasar saham suatu negara, indeks-indeks yang diterbitkan MSCI digunakan oleh investor-investor asing untuk memilah-milah mana saham paling potensial untuk dibeli.
Saham-saham yang masuk dalam indeks MSCI pun tidak dipilih sembarangan, ada kriteria yang harus terpenuhi emiten agar sahamnya masuk sebagai konstituen indeks. Beberapa di antaranya adalah kenaikan harga yang wajar dan ukuran free float (saham beredar).
Tidak selamanya suatu saham masuk sebagai konstituen indeks MSCI. Secara berkala dalam setahun MSCI akan melakukan rebalancing atau kocok ulang peserta untuk menyeimbangkan saham-saham di dalam indeksnya.
Apa Itu MSCI? Biang Kerok Penurunan IHSG, Ini Dampaknya ke Saham dan Investor
Indeks MSCI yang umum bagi saham-saham Indonesia contohnya MSCI Indonesia, MSCI Global Standard, dan MSCI Small Cap. Melansir Mirae Asset Indonesia (28/1/2026), berikut ini adalah kegunaan indeks MSCI dalam dunia investasi global:
- Menyajikan tolok ukur atas kinerja pasar saham di suatu wilayah atau sektor
- Indeksnya digunakan oleh manajer investasi sebagai acuan untuk penyusunan portofolio
- Membantu investor institusi dan individu untuk menakar risiko dan peluang investasi di pasar global
Seperti diketahui, investastor di pasar modal bukan hanya investor ritel (perorangan). Namun juga mencakup investor institusi dan big money yang mengelola dana besar, baik di dalam negeri dan luar negeri.
Investor-investor institusi luar negeri pun menginvestasikan dana kelolaannya di pasar-pasar yang dinilai berpotensi menghasilkan keuntungan. Dalam hal ini, indeks MSCI menjadi salah satu acuan yang digunakan untuk memilih saham dari bursa saham beraham negara.
Oleh sebab itu, saham-saham yang diprediksikan bakal masuk ke indeks MSCI umumnya akan melonjak harganya secara drastis, karena banyak investor—baik ritel dan institusi—mengejar peluang kenaikan harga dari aliran masuk dana asing.
Mengutip Maybank Sekuritas (28/1/2026), umumnya ada dua fase perkembangan harga pada saham yang diwacanakan bakal masuk ke indeks MSCI, yakni fase ‘rumor’ atau pra-pengumuman dan fase ‘pengumuman’ atau rebalancing resmi:
Fase Rumor
Beberapa bulan sebelum pengumuman resmi, biasanya investor ritel sudah mendapat prediksi atau rumor di kalangannya. Saham-saham apa saja yang diprediksikan sekuritas akan masuk ke indeks MSCI.
Pada fase ini, harga saham biasanya sudah mulai bergerak karena ritel dan investor institusi mulai rajin mengumpulkan saham-saham tersebut. Fase ini bisa berjalan selama beberapa bulan sebelum pengumuman.
Fase Pengumuman
Lalu MSCI mengumumkan hasil tinjauan dan rebalancing indeks sesuai jadwalnya. Umumnya tiap kuartal, saat pengumuman inilah saham-saham yang masuk indeks berpeluang mengalami lonjakan permintaan signifikan dari investor asing.
Aliran dan asing berpeluang masuk dan mendorong kenaikan harga saham secara signifikan, apalagi jika saham tersebut memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan likuiditas tinggi.
Fase pergerakan ini berlaku sebaliknya ketika ada saham yang diprediksikan akan keluar dari indeks, atau ketika MSCI memberlakukan ketentuan khusus pada saham-saham tertentu, atau pada bursa saham tertentu.
Seperti yang terjadi pada perdagangan Rabu 28 Januari 2026, IHSG dibuka merah usai MSCI mengumumkan pembekuan sementara posisi saham-saham Indonesia di indeksnya, menyusul kekhawatiran soal transparansi data kepemilikan saham dan investabilitas bursa.
Keputusan ini diambil usai pengelola indeks ini menyelesaikan konsultasi tentang penilaian free float saham-saham di Indonesia. Beberapa bulan sebelum pembekuan sementara ini, topik tentang kekhawatiran MSCI tentang free float saham Indonesia sudah beredar.
Pada sesi kedua, IHSG sempat dihentikan sementara sebelum akhirnya berlanjut. Hingga 15.40 WIB, indeks saham gabungan mencatatkan penurunan 7,92 persenan. Saham-saham berkapitalisasi besar mencatatkan penurunan harga karena tekanan aksi jual besar-besaran.
Dalam kondisi seperti saat ini, manajer-manajer investasi dan investor asing yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan umumnya akan mengurangi porsi atau mulai melepas kepemilikannya.
Itulah informasi singkat tentang apa itu MSCI.
(Nadya Kurnia)