AALI
11250
ABBA
74
ABDA
6500
ABMM
750
ACES
1525
ACST
380
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1385
ADMF
8525
ADMG
177
ADRO
1180
AGAR
412
AGII
1360
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
358
AHAP
62
AIMS
138
AIMS-W
0
AISA
310
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
494
AKRA
3370
AKSI
735
ALDO
450
ALKA
232
ALMI
262
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/02/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
503.52
-0.74%
-3.78
IHSG
6241.80
-0.76%
-47.85
LQ45
944.75
-0.82%
-7.79
HSI
28980.21
-3.64%
-1093.96
N225
28966.01
-3.99%
-1202.26
NYSE
0.00
-100%
-15539.42
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,262
Emas
808,747 / gram

Banjir di Jakarta, Rupiah Melemah 52 Poin Terhadap Dolar

MARKET NEWS
Ferdi Rantung/Sindonews
Senin, 22 Februari 2021 17:00 WIB
Mata uang Garuda turun sebanyak 52 poin atau 0,37 persen menjadi Rp14.117 per dolar AS.
Rupiah Melemah 52 Poin Terhadap Dolar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Nilai Tukar Rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat, Senin (22/2/2021). Mata uang Garuda turun sebanyak 52 poin atau 0,37 persen menjadi Rp14.117 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, salah satu penyebab rupiah melemah adalah banjir yang menggenangi Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya. Sehingga pemulihan ekonomi menjadi terganggu.

"Selain kerugian ekonomi dan terhambatnya aktivitas masyarakat, banjir juga berpotensi menimbulkan penyakit lain serta peningkatan risiko penularan Covid-19 di berbagai tenda pengungsian," katanya di Jakarta.

Selain itu, kata Ibrahim, tingkat kasus positif Covid-19 di dalam negeri juga masih berada di ambang mengkhawatirkan. 

Di Indonesia jumlah kasus Covid-19 cenderung menurun. Hanya dalam waktu dua minggu kasus infeksi harian drop lebih dari 30%. Namun hal ini lebih diakibatkan oleh penurunan jumlah tes yang dilakukan.

"Positivity rate Covid-19 secara nasional masih di atas 25%. Jauh dari ambang batas aman versi WHO yang dipatok di 5%," ujarnya.
 
Tak hanya itu, progress vaksinasi juga berjalan dengan lambat. Sudah satu bulan berlangsung, jumlah dosis vaksin yang telah disuntikkan ke masyarakat baru 1 juta. Padahal angka tersebut adalah target harian pemerintah jika ingin mencapai herd immunity dalam kurun waktu satu tahun.

"Dengan kondisi data eksternal dan internal yang kurang mendukung, mengakibatkan arus modal asing kembali keluar dari pasar finansial dalam negeri, sehingga wajar kalau mata uang garuda kembali melemah."
 
Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah di rentang Rp.14.110 - Rp.14.160. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD