Langkah-langkah tersebut mendorong peningkatan produktivitas, biaya, dan arus kas sepanjang tahun, serta memberikan fondasi yang lebih kuat saat perseroan memasuki 2026.
Grup juga menghasilkan arus kas bebas (free cash flow) positif, di mana kuartal IV-25 mencatat arus kas bebas kuartalan tertinggi sepanjang tahun. Selain itu, Grup memperkuat posisi likuiditasnya berkat dukungan berkelanjutan dari mitra perbankan dan pemegang obligasi sepanjang 2025, dan memasuki 2026 dengan profil jatuh tempo utang yang lebih seimbang.
Kinerja 2025 Terdampak Gangguan di Awal Tahun
Volume overburden removal turun 19 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 439 juta bank cubic meters (MBCM), sementara produksi batu bara turun 6 persen menjadi 84 juta ton (MT), mencerminkan gangguan pada kuartal pertama, kendala cuaca, serta kontribusi yang lebih rendah dari site yang mengalami ramp-down dan yang telah selesai beroperasi.
Pendapatan turun 16 persen YoY menjadi USD1,48 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan volume. Sementara Average Selling Price (ASP) kontraktor tambang relatif stabil (-1 persen YoY), didukung oleh porsi kontrak rise-and-fall yang lebih tinggi. EBITDA turun menjadi USD175 juta dengan margin 14 persen, dipengaruhi oleh volume yang lebih rendah, biaya pesangon yang lebih tinggi, serta kenaikan biaya bahan bakar. Jika biaya pesangon tidak diperhitungkan, EBITDA tercatat sebesar USD207 juta dengan margin 17 persen.
Di sisi lain, Grup mencatat rugi bersih sebesar USD128 juta, yang dipicu oleh penurunan EBITDA, penyisihan piutang usaha dari kontrak di Australia yang telah berakhir, serta penurunan nilai aset pada operasional di Australia dan Amerika Serikat.