sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Begini Strategi BUMA Internasional (DOID) Genjot Pemulihan Kinerja di Tengah Kondisi yang Menantang

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
29/03/2026 06:57 WIB
Kinerja 2025 terdampak signifikan oleh gangguan operasional yang belum pernah terjadi sebelumnya dan cuaca buruk.
Begini Strategi BUMA Internasional (DOID) Genjot Pemulihan Kinerja di Tengah Kondisi yang Menantang (FOTO:iNews Media Group)
Begini Strategi BUMA Internasional (DOID) Genjot Pemulihan Kinerja di Tengah Kondisi yang Menantang (FOTO:iNews Media Group)

Selama 2025, Grup menyelesaikan sejumlah inisiatif pendanaan untuk memperkuat likuiditas dan memperpanjang profil jatuh tempo utangnya. Pada Februari, PT Bank Central Asia Tbk bergabung dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam fasilitas sindikasi sebesar USD1 miliar, yang memperluas basis pendanaan Grup. 

Pada Maret, Grup menerbitkan Sukuk Ijarah sebesar Rp2 triliun (USD121,7 juta), yang merupakan Sukuk Ijarah Korporasi Syariah Berperingkat A+ terbesar dalam Satu Kali Penerbitan di Indonesia, diikuti penerbitan Obligasi III BUMA Tahun 2025 sebesar Rp884 miliar (USD53,8 juta) di Oktober. Pada November, Grup melunasi lebih awal Senior Notes sebelum jatuh tempo senilai USD212 juta, meningkatkan likuiditas dan fleksibilitas struktur permodalan. Secara keseluruhan, langkah-langkah ini memosisikan Grup dengan profil jatuh tempo utang yang lebih seimbang.

Amankan Kontrak, Diversifikasi Berlanjut

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, Grup berhasil mengamankan tiga kontrak signifikan yang mencakup operasional di Indonesia dan Australia. 

BUMA Australia memperoleh perpanjangan kontrak sekitar 740 juta Dollar Australia di Blackwater Mine hingga Juni 2030, serta perpanjangan kontrak di Goonyella Riverside Mine hingga September 2027. Setelah penutupan tahun buku, BUMA mengamankan kontrak jangka panjang dengan PT Adaro Indonesia di Tambang Tutupan Selatan hingga Desember 2030, mencakup sekitar 239 MBCM overburden removal dan 44 juta ton produksi batu bara, memperpanjang kemitraan yang telah terjalin selama lebih dari 20 tahun.

Di luar jasa pertambangan, Grup terus mendorong strategi diversifikasinya. Grup memegang kepemilikan saham sebesar 22,60 persen di 29Metals, perusahaan pertambangan yang tercatat di bursa Australia dan berfokus pada tembaga, dengan eksposur tambahan terhadap seng, emas, dan perak, di mana Grup merupakan pemegang saham terbesar. 

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement