AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Bersama Lima Emiten, IATA dan TELE Ubah Klasifikasi Industri

MARKET NEWS
Melati Kristina - Riset
Kamis, 30 Juni 2022 16:45 WIB
Tujuh emiten tercatat berubah klasifikasi industri baik dari sektor, industri, sub industri hingga sub sektor. Perubahan ini akan berlaku efektif pada Jumat (1/
Bersama Lima Emiten, IATA dan TELE Ubah Klasifikasi Industri. (Foto: MNC Media)
Bersama Lima Emiten, IATA dan TELE Ubah Klasifikasi Industri. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan perubahan klasifikasi industri terhadap tujuh emiten pada Jumat (24/6). Adapun perubahan tersebut berdasarkan evaluasi tahunan atas klasifikasi industri perusahaan tercatat di BEI.

“Perubahan klasifikasi dan indeks sektoral ini akan berlaku efektif tanggal 1 Juli 2022,” tulis pengumuman tersebut, sebagaimana dilansir dari keterbukaan informasi, dikutip IDXChannel, Kamis (30/6).

Ketujuh emiten tersebut mengalami perubahan klasifikasi industri baik dari sektor, industri, sub industri hingga sub sektor. Perusahaan yang mengalami perubahan industri adalah PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE).

BIPI mengubah industrinya dari yang semula bergerak di industri minyak dan gas (migas) menjadi batu bara. BIPI merupakan emiten yang kegiatan utamanya di bidang eksplorasi dan produksi jasa pertambangan batu bara, jasa pelabuhan dan pertambangan, serta investasi.

Adapun sub industri emiten ini juga turut berubah. Sebelumnya BIPI melakukan produksi dan penyulingan migas, kini amerambah distribusi batu bara.

Selain BIPI, TELE juga mengubah industrinya menjadi distributor barang dan konsumen. Sebelumnya emiten yang bergerak di sektor barang konsumen non primer ini berkecimpung di bidang ritel khusus, yakni ritel elektronik.

PT Mitra Investindo Tbk atawa MITI juga mengalami perubahan sub industri. Semula, emiten pertambangan granit dan industri minyak dan gas bumi ini melakukan produksi dan penyulingan minyak dan gas. Namun, MITI beralih di bidang penyimpanan dan distribusi minyak dan gas.

PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) turut mengubah sub sektornya. Sub sektor emiten ini berubah menjadi jasa dan konsumen dari yang semula perdagangan ritel. Adapun sub industri emiten ini juga ikut berubah, dari jasa penunjang konsumen menjadi distributor barang konsumen.

IATA hingga WIFI Turut Berpindah Sektor

Selain empat emiten di atas, BEI juga mencatat tiga emiten lain yang berpindah sektor. Emiten-emiten tersebut adalah PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), dan Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Emiten milik MNC Grup, IATA, berpindah sektor dari transportasi dan logistik (IDXTRANS) menjadi energi (IDXENERGY). Emiten ini mengubah kegiatan usaha utamanya dari sebelumnya perusahaan pengangkutan udara niaga dan jasa angkutan udara, menjadi sektor batu bara dan produksi batu bara.

Informasi saja, IATA mengubah nama perusahaan ketika beralih kegiatan usaha. Sebelumnya, emiten ini bernama PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk. Dilansir dari keterangan resmi perusahaan, perubahan bisnis ini dilakukan sebagai mitigasi kerugian akibat pandemi Covid-19.

Selanjutnya, emiten yang berpindah sektor yakni RISE. Emiten ini berpindah haluan dari IDXCYCLIC atau barang konsumen non primer menjadi properti dan real estat (IDXPROPERT).

Emiten yang sebelumnya bergerak di bidang pariwisata dan rekreasi ini kini menjadi pengelola dan pengembang real estat. Adapun emiten ini juga berpindah sub industri dari hotel, resor, dan kapal menjadi pengembang dan operator real estat.  

Terakhir, emiten di bidang periklanan dan layanan digital, WIFI juga berpindah sektor. Emiten ini semula bergerak di bidang IDXCYCLIC menjadi di sektor teknologi (IDXTECHNO).

Kegiatan usaha WIFI awalnya di bidang media dan entertainment, namun sekarang beralih menjadi jasa TI dan perangkat lunak. Selain itu, sub sektor WIFI kini menjadi aplikasi dan jasa internet dari sebelumnya, yaitu advertising atau periklanan. (ADF)

Periset: Melati Kristina

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD