AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Bioskop Dibuka, Yuk Lirik Laju Saham BLTZ dan FILM Sejak Awal Pandemi hingga Hari Ini

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 22 September 2021 16:45 WIB
Pergerakan dua emiten seperti PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) dan PT MD Pictures Tbk (FILM) terpantau variatif per hari ini hingga penutupan perdagangan.
Bioskop Dibuka, Yuk Lirik Laju Saham BLTZ dan FILM Sejak Awal Pandemi hingga Hari Ini. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pembukaan kembali pusat hiburan bioskop sejumlah kota-kota besar di Indonesia memberi pengaruh terhadap saham-saham di sektor pengelola bioskop dan rumah produksi film. Pergerakan dua emiten seperti PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) dan PT MD Pictures Tbk (FILM) terpantau variatif per hari ini hingga penutupan perdagangan, Selasa (21/9/2021).

Berikut ulasan saham BLTZ dan FILM sepanjang dimulainya pandemi hingga hari ini (21/9):

  1. PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ)

Menilik pergerakan hari ini, BLTZ ditutup menguat 600 poin (18,75%) di level 3.800 dari 3.200. Sejak awal perdagangan, BLTZ bergerak datar dan naik tipis. Jelang sesi pertama selesai, BLTZ langsung meroket dan sempat menembus menyentuh auto rejection atas (ARA) di level 4.000. Dibuka di 3.200, transaksi saham BLTZ masih relatif sedikit hari ini dengan 2 ribuan lembar saham yang laku, senilai Rp7,7 juta.

Sementara dalam satu tahun terakhir, akumulasi dana transaksi saham BLTZ hanya mencapai Rp1,1 miliar, yang sebagian besar dieksekusi oleh investor domestik sebanyak 97,32%, dan asing mencapai 2,68%. Total 341,2 ribu lembar saham laku terjual setahun ini.

Punya kapitalisasi pasar sebesar Rp3,32 triliun, pergerakan BLTZ berada di area positif sejak setahun terakhir (27,09%). Sementara performa sepekan, sebulan, dan enam bulan terakhir masing-masing mencapai 19,87%, 7,34%, dan 52,00%, dengan year to date mencapai 27,09%.

Di samping itu, pergerakan investor asing selama setahun terpantau melakukan profit-taking sebanyak Rp60,32 juta.

Berdasarkan laporan keuangannya sepanjang semester I-2021, BLTZ masih berada dalam fase pemulihannya semenjak ditutup karena pembatasan mobilitas. Adapun pendapatan perseroan turun hingga 58,01% mencapai Rp98,17 miliar.

Jika dihitung sejak awal pandemi di mana bioskop CGV hanya dibuka di awal tahun lalu ditutup setelahnya dan dibuka terbatas pada akhir tahun, tercatat kerugian BLTZ mencapai Rp445,83 miliar.

Kondisi pandemi memperburuk bisnis perseroan, dibandingkan sebelumnya yang membukukan laba bersih sebanyak Rp83,34 miliar, selama 2019.

Saat ini perseroan tengah berusaha untuk memulihkan kembali kinerjanya di tengah pelonggaran pembatasan. Pembukaan kembali bioskop CGV, membuat BLTZ telah menyiapkan sejumlah protokol kesehatan di lokasi agar pengunjung bisa mentaati aturan tersebut.

  1. PT MD Pictures Tbk (FILM)

Emiten rumah produksi film ini terpantau ditutup melemah -6 poin (-1,69%) di level 350 dari 356. Meski dibuka menguat di 358, FILM tak mampu bertahan hingga jatuh hingga titik terendahnya di area 350.

Saham FILM laku sebanyak 8,31 juta lembar dengan nilai mencapai Rp2,92 miliar hari ini. Meskipun relatif sedikit, namun dalam hitungan setahun terakhir, saham FILM laku dijualbelikan sebanyak Rp7 triliun.

Dari total dana tersebut, investor domestik mengeksekusi 90,43%, sedangkan sisanya investor asing 9,57%. Total 18,1 miliar lembar saham laku ditransaksikan setahun terakhir.

Punya kapitalisasi pasar mencapai Rp3,3 triliun, pergerakan FILM masih melemah sepekan terakhir (-1,69%). Sedangkan selama sebulan, dan tiga bulan terakhir masing-masing turun (-6,42%), dan (-2,23%), meskipun secara year to date meroket (84,21%).

Di samping itu, investor asing terpantau melakukan aksi profit taking sebanyak Rp51,68 miliar di pasar reguler, tetapi net-buy di pasar negosiasi-tunai sebesar Rp170,85 miliar. Sehingga akumulasi setahun terakhir adalah pembelian bersih sebesar Rp119,17 miliar.

Menilik laporan keuangan semester I-2021, mencatatkan kinerja yang cukup baik, terbukti dari pendapatan perseroan meroket 122,59% mencapai Rp126,41 miliar.

Produksi film menjadi kontributor utama pemasukan perusahaan yakni sebanyak Rp112,8 miliar atau sekitar 89,3% dari total penjualan, terdiri dari pendapatan film digital, bioskop, dan televisi. Sementara kontributor penjualan lain dipasok dari sektor sewa gedung dan sewa perlengkapan syuting.

Adapun laba bersih perseroan dalam enam bulan pertama 2021 mencapai Rp35,97 miliar.

Kendati digempur oleh pandemi, FILM mampu membukukan pendapatan yang cukup signifikan, didorong oleh pemasukan dari layanan streaming seperti Disney+Hotstar, Viu, Netflix, WeTV, Iflix, Vidio, Migo, dan Telkomsel Maxstream.

Baca pembahasan mengenai Geliat Industri Film selengkapnya di Celebrities.id melalui link berikut https://www.celebrities.id/tag/industri-film  (FHM)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD