IDXChannel - Emiten energi baru terbarukan (EBT) milik taipan Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Tbk (BREN) bakal menggelar pembelian kembali saham (share buyback). Dana yang disiapkan mencapai Rp2 triliun.
"Dana tersebut sudah termasuk biaya transaksi, biaya perantara perdagangan, dan biaya lainnya sehubungan dengan transaksi buyback," kata manajemen BREN melalui keterbukaan informasi, Rabu (4/2/2026).
BREN memilih buyback saham dengan skema tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mengacu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023.
Periode buyback dilakukan sejak 4 Februari 2026 dan berakhir 3 Mei 2026. Buyback saham ini juga tetap memperhatikan batas maksimal yang diperkenankan serta jumlah saham free float minimal.
Manajemen BREN menegaskan, aksi korporasi ini tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kegiatan usaha, mengingat perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup. Selain itu, buyback saham ini juga diharapkan dapat memberikan fleksibilitas untuk mencapai struktur permodalan yang efisien serta mencerminkan kinerja perseroan melalui harga saham perseroan.
Perseroan akan membeli saham di pasar dengan harga yang dianggap baik dan wajar. Dalam hal ini, BREN menunjuk BNI Sekuritas untuk melakukan buyback tersebut.
Sebagai informasi, BREN pernah melakukan buyback saham tanpa RUPS pada Maret 2025 dengan dana Rp2 triliun. Adapun realisasi buyback saat itu mencapai 6 juta saham yang hingga kini belum dialihkan perseroan atau setara Rp50 miliar dengan asumsi harga saat ini.
Harga saham BREN bergerak menguat pada perdagangan hingga siang ini. Saham emiten geothermal itu naik tipis 1,22 persen ke level Rp8.325.
Langkah BREN ini juga sejalan dengan sejumlah emiten Prajogo Pangestu yang mengumumkan rencana buyback saham serupa. Emiten-emiten tersebut yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
(Rahmat Fiansyah)