Melansir dari Reuters, pernyataan Trump memicu optimisme pasar yang kontras dengan perkembangan di Iran.
Di negara itu, kelompok garis keras berkumpul untuk menyatakan dukungan terhadap Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, sebagai bentuk perlawanan.
Sinyal yang saling bertentangan tersebut membuat pasar global bergejolak pada Senin.
Harga minyak sempat melonjak sementara saham di Wall Street jatuh, sebelum akhirnya berbalik naik setelah komentar Trump dan laporan yang menyebut Washington mungkin melonggarkan sanksi terhadap energi Rusia.
Analis pasar IG di Sydney Tony Sycamore mengatakan, meskipun sentimen panik jangka pendek mulai mereda, sulit untuk sepenuhnya menerima klaim bahwa konflik tersebut sudah “sangat selesai”.