sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Buyback Saham Belasan Emiten Beri Sentimen Positif, Kekhawatiran MSCI Masih Bayangi Pasar

Market news editor Desi Angriani
05/02/2026 09:30 WIB
Belasan emiten mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham di tengah tekanan pasar
Buyback Saham Belasan Emiten Beri Sentimen Positif, Kekhawatiran MSCI Masih Bayangi Pasar (Foto: dok Freepik)
Buyback Saham Belasan Emiten Beri Sentimen Positif, Kekhawatiran MSCI Masih Bayangi Pasar (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - Belasan emiten mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham di tengah tekanan pasar yang dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap isu investability Indonesia sebagaimana disoroti oleh MSCI.

Langkah ini dinilai untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus menstabilkan harga saham di tengah volatilitas.

Sejumlah rencana buyback tersebut dapat dilakukan tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), seiring dengan adanya relaksasi kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Beberapa emiten berkapitalisasi besar tercatat menyiapkan dana signifikan untuk aksi korporasi ini. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalokasikan dana buyback terbesar senilai Rp5 triliun. Disusul PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang masing-masing menyiapkan Rp2 triliun.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menganggarkan Rp1,5 triliun, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp1 triliun.

Emiten lainnya yang juga mengumumkan rencana buyback antara lain PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) senilai Rp750 miliar, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar Rp500 miliar, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Rp300 miliar, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) masing-masing Rp250 miliar.

Selanjutnya PT RMK Energy Tbk (RMKE) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) masing-masing menyiapkan Rp200 miliar, PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) Rp100 miliar, serta PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) sebesar Rp60,7 miliar.

Adapun pelaksanaan buyback oleh belasan emiten tersebut akan berlangsung dalam periode Februari hingga Mei 2026, dengan menggunakan kas internal dan dilakukan pada harga yang dinilai baik dan wajar oleh masing-masing perseroan.

Stockbit pada Rabu (4/2/2026) mencatat, selain aksi korporasi buyback, dukungan terhadap pasar juga datang dari pembelian saham oleh pengendali serta jajaran direksi dan komisaris.

Beberapa nama yang tercatat melakukan aksi beli antara lain Prajogo Pangestu (CUAN), Lianawati Suwono (BBCA), Aditya Sasmito (AMMN), dan Suhendra Prawirawidjaja (ULTJ).

Menurut Stockbit, aksi pembelian saham oleh emiten maupun pemegang kendali tersebut berpotensi memberikan sentimen positif bagi pasar dan mencerminkan optimisme manajemen terhadap fundamental serta valuasi perusahaan.

Namun demikian, langkah konkret dari regulator untuk menjawab kekhawatiran MSCI terkait investability Indonesia tetap menjadi faktor yang lebih krusial dan perlu dicermati oleh investor ke depan.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement