Cukai Rokok Naik 23 Persen, Industri Tembakau Merugi?
Market News
Fahmi Abidin
Kamis, 19 September 2019 10:15 WIB
Dikatakan Ketua (Gappri) Henry Najoan bahwa kenaikan cukai rokok akan memberikan dampak negatif pada industri tembakau.
Cukai Rokok Naik 23 Persen, Industri Tembakau Merugi? (Foto: Ist)

IDXChannel – Pasca pemerintah memutuskan untuk menaikkan cukai rokok yang akan berlaku mulai 1 Januari 2020 dengan kenaikan rata – rata mencapai 23 % dan 35% untuk harga jual eceran (HJE). Dikatakan Ketua (Gappri) Henry Najoan bahwa kenaikan cukai rokok akan memberikan dampak negatif pada industri tembakau.

Hal tersebut dikarenakan kondisi industi tembakau yang mengalami tren negatif dengan turun 1-3% dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Nielson posisi semester I-2019 turun kurang lebih 8,6%.

“Jadi, dengan naiknya Cukai dan HJE diperkirakan akan terjadi penurunan volume produksi sebesar 15% di tahun 2020,” kata Henry seperti dikutip Okezone.com di Jakarta, pada Rabu (18/9).

Menurut Henry, keputusan itu juga bisa mengganggu ekosistem pasar rokok dengan penyerapan tembakau cengkeh yang bisa diperkirakan turun 30%. “Hal itu tentu akan merugikan petani cengkeh dan tembakau,” tambahnya.

Kebijakan tersebut bisa mengakibatkan bisnis rokok menjadi slow down sampai perusahaan melakukan rasionalisasi. Hal ini bisa mengakibatkan maraknya rokok ilegal.

“Walaupun kita tahu pemerintah udah berusaha tekan rokok ilegal tapi dengan kondisi tahun depan kita bisa prediksi rokok ilegal akan makin marak," tambahnya. (*)

Baca Juga