AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Dari Hasil IPO, Jaya Swarasa (TAYS) Berencana Bangun Pabrik di Sumedang

MARKET NEWS
Iqbal Dwi Purnama
Senin, 06 Desember 2021 12:50 WIB
Usai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Jaya Swarasa Agung Tbk berencana membangun pabrik baru di Sumedang, Jawa Barat.
Dari Hasil IPO, Jaya Swarasa (TAYS) Berencana Bangun Pabrik di Sumedang. (Foto: MNC Media)
Dari Hasil IPO, Jaya Swarasa (TAYS) Berencana Bangun Pabrik di Sumedang. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Usai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Jaya Swarasa Agung Tbk berencana membangun pabrik baru di Sumedang, Jawa Barat. Pembangunan itu rencananya akan menggunakan sebagian dari dana yang diraih emiten dengan kode TAYS ini usai IPO.

CEO PT TAYS, Alexander Anwar, mengatakan dana tersebut sebesar 91,98% akan digunakan untuk belanja modal, dan 8,02% digunakan untuk modal kerja. Dana yang diperoleh dari hasil IPO diestimasi mencapai Rp86,5 miliar.

"Dari Belanja modal, yang kita alokasikan 56% dianggarkan untuk pembangunan pabrik baru yang berlokasi di sumedang dan sisanya untuk pembelian mesin-mesin produksi," ujarnya dalam Market Review IDXChanel, Senin (6/12/2021).

Hingga saat ini progres pembangunan pabrik baru tersebut sudah sampai pada tahun permohonan perizinan, dan akan mulai dibangun pada Januari 2022.

Menurutnya demand di pasar terkait produk perseroan tergolong cukup tinggi, sehingga kapasitas produksi tidak dapat mencukupi permintaan pasar, baik pasar domestik maupun internasional.

Alexander melihat prospek perkmebangan bisnis usahanya kedepan akan lebih baik dibandingkan masa pademi selama kurang lebih dua tahun kebelakang.

"Saya rasa prospek untuk tahun depan ini seharusnya bisa lebih baik, dengan roda ekonomi yang sudah berputar, dan permintaan barang juga sudah mulai meningkat, saya rasa tahun depan akan meningkat," lanjut Alexander.

Dengan dibangunnya parbrik baru tersebut diharapkan dapat memenuhi demand di pasar internasional maupun domestik yang saat ini masih mendominasi penjualan.

"Kita juga sudah ekspor ke beberapa negara di asia sampai timur tengah, namun sebagian besar kapasitas kita 70% untuk lokal dan sisanya untuk luar negeri," tutup Alexander. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD