AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Ditekan Aksi Cari Untung, Harga Minyak Brent Turun Jadi USD87 Per Barel

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 21 Januari 2022 13:57 WIB
Pergerakan harga minyak dunia mengalami penurunan akibat tekanan aksi cari untung. Minyak mentah Brent turun 1,56%, menjadi USD87,00 per barel.
Ditekan Aksi Cari Untung, Harga Minyak Brent Turun Jadi USD87 Per Barel. (Foto: MNC Media)
Ditekan Aksi Cari Untung, Harga Minyak Brent Turun Jadi USD87 Per Barel. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pergerakan harga minyak dunia mengalami penurunan akibat tekanan aksi cari untung. Kondisi ini terjadi setelah sempat menyentuh level tertingginya sejak tujuh tahun terakhir yang dicapai pada minggu ini.

Pada perdagangan Jumat (21/1/2022) sesi siang pukul 13:33 WIB, minyak mentah Brent turun 1,56%, menjadi USD87,00 per barel, setelah sempat berada di harga USD89,50 per barel pada hari Kamis lalu (20/1).

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,72% di harga USD84,08 per barel, setelah naik ke level tertingginya sejak Oktober 2014 yang diraih Rabu lalu (19/1).

Reli harga minyak mentah baru-baru ini tampaknya telah kehabisan tenaga ketika Brent dan WTI mengakhiri sesi perdagangan dengan kerugian tipis. Kedua tolok ukur harga minyak tersebut telah naik lebih dari 10% sepanjang tahun ini di tengah kekhawatiran atas ketatnya pasokan.

"Investor melakukan penyesuaian jangka pendek setelah adanya peningkatan persediaan AS dan menjelang akhir pekan," kata Analis Nissan Securities,  Hiroyuki Kikukawa, dilansir Reuters, Jumat (21/1).

Sebagai catatan, persediaan bensin di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar dunia, naik 5,9 juta barel. Data Energy Information Administration (EIA) menyebut stok tersebut adalah level tertinggi sejak Februari 2021.

Adapun stok minyak mentah juga melonjak 515.000 barel pekan lalu, jauh dari ekspektasi industri.

EIA juga melaporkan adanya sedikit penurunan dalam pengoperasian kilang, yang menunjukkan permintaan minyak mentah masih lebih rendah.

Kekhawatiran atas persediaan sempat memanas pekan ini, setelah kelompok Houthi di Yaman menyerang Uni Emirat Arab, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC).

Di tempat yang berbeda, Rusia, produsen minyak terbesar kedua di dunia, mengirimkan pasukan dengan jumlah besar di dekat perbatasan Ukraina, yang memicu kekhawatiran invasi dan ketidakpastian pasokan berikutnya.

Pemulihan ekonomi dunia dari virus corona masih menjadi harapan bagi harga minyak dan permintaan bahan bakar. Sebelumnya pejabat OPEC mengatakan bahwa reli minyak dapat berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, dan harganya bisa mencapai USD100 per barel, menyusul pelonggaran di sejumlah negara. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD