Sucor menilai salah satu sumber ketidakpastian berasal dari implementasi DSI tahap kedua.
Meski pemerintah telah menegaskan bahwa Danantara hanya akan berperan sebagai lembaga pengawas perdagangan dan kepatuhan tanpa mengambil alih kontrak ekspor ataupun mengganggu hubungan bisnis antara perusahaan dan pembeli, hal itu belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran pelaku pasar.
“Kami belum melihat hal ini sebagai penyelesaian menyeluruh atas risiko yang membayangi sektor ini,” kata Yoga.
Menurut Yoga, fokus Danantara untuk mengawasi praktik transfer pricing dan mencegah under-invoicing justru berpotensi meningkatkan biaya kepatuhan bagi perusahaan tambang. Selain itu, mekanisme pengawasan maupun standar pelaporan pada fase berikutnya juga belum diumumkan secara rinci.
Selama aturan pelaksanaannya belum jelas, Sucor memperkirakan investor masih memberikan diskon terhadap valuasi saham-saham batu bara karena risiko ketidakpastian tersebut.