Pertumbuhan tersebut didorong oleh kontribusi penuh proyek Lumut Balai Unit 2, serta meningkatnya dispatch pembangkit panas bumi di tengah berkurangnya pasokan listrik berbasis batu bara, gas, dan diesel.
Sejalan dengan itu, capacity factor PGEO juga meningkat menjadi 90,2 persen dari 85,1 persen pada periode yang sama tahun lalu. Menurut BRI Danareksa, capaian tersebut mencerminkan tingkat utilisasi pembangkit yang sangat sehat.
Ke depan, PGEO menargetkan kapasitas terpasang meningkat dari 727 megawatt (MW) pada 2026 menjadi 988 MW pada 2028.
Penambahan kapasitas akan berasal dari proyek Ulubelu Binary Units 1-3 berkapasitas 30 MW yang ditargetkan beroperasi pada 2027, disusul proyek Hululais Units 1-2 berkapasitas 110 MW pada 2028.
BRI Danareksa menilai perkembangan proyek Hululais cukup positif setelah kontrak penjualan uap (Steam Sales Contract) berhasil diamankan.