Proyek tersebut juga memperoleh dukungan pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai 29,16 miliar yen atau sekitar USD190 juta yang disalurkan kepada PLN pada Maret 2026.
Selain itu, PGEO juga mengembangkan proyek co-generation yang berpotensi menambah kapasitas hingga 230 MW.
Beberapa proyek yang tengah berjalan antara lain Lahendong Low Pressure berkapasitas 15 MW, yang tarif listriknya telah disepakati dengan PLN pada April 2026, serta proyek Ulubelu Binary berkapasitas 30 MW.
Di luar ekspansi organik, BRI Danareksa melihat potensi kenaikan valuasi dari rencana reformasi tarif listrik panas bumi melalui revisi Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022. Revisi tersebut ditujukan untuk meningkatkan internal rate of return (IRR) proyek panas bumi menjadi sekitar 10-12 persen.
Meski demikian, dampak positif reformasi tarif diperkirakan hanya berlaku untuk perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) yang baru, sehingga tidak akan langsung memengaruhi kontrak yang telah berjalan.