Potensi pertumbuhan lainnya berasal dari peluang akuisisi Geo Dipa Energi yang mengelola lapangan panas bumi Dieng dan Patuha dengan kapasitas sekitar 120 MW.
Akuisisi tersebut dinilai dapat mempercepat pertumbuhan kapasitas karena aset yang diincar telah beroperasi. Namun, BRI Danareksa juga mencatat produksi Geo Dipa turun menjadi 763 GWh pada 2025 dari 859 GWh pada 2024.
Untuk proyeksi keuangan, BRI Danareksa memperkirakan laba bersih PGEO pada 2026 mencapai USD144,9 juta atau tumbuh 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan volume pembangkitan sebesar 5.256 GWh atau naik 3,2 persen.
Pada 2027, laba bersih diproyeksikan meningkat menjadi USD161,9 juta seiring mulai beroperasinya tambahan kapasitas pembangkit baru. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.