Beban keuangan juga turun 16 persen menjadi USD104 juta. Selain itu, Garuda mencatat kerugian kurs USD1,39 juta, berbalik dari periode yang sama tahun lalu yang meraih keuntungan kurs USD12,8 juta.
Kendati demikian, Garuda masih mengalami kerugian operasional sebesar USD49,1 juta. Rugi sebelum pajak tercatat USD47,4 juta dengan rugi periode berjalan USD41,6 juta.
Meski rugi, arus kas operasi Garuda masih positif meski turun 26 persen menjadi USD119 juta imbas penurunan pada penerimaan kas dari pelanggan 2,3 persen menjadi USD799,7 juta.
Alhasil, hingga 31 Maret 2026, posisi kas dan setara mencapai USD857,5 juta atau Rp14,6 triliun. Sebagian kenaikan kas tersebut ditopang suntikan modal dalam bentuk pinjaman oleh Danantara senilai Rp6,6 triliun pada 2025.
(Rahmat Fiansyah)