Minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena bersaing di pasar minyak nabati global.
Harga minyak mentah naik tipis, memangkas sebagian penurunan sebelumnya, seiring investor memantau pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sementara ketatnya pasokan dan penurunan persediaan minyak AS memberikan dukungan.
Harga minyak mentah yang lebih kuat membuat minyak sawit menjadi pilihan yang lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Ringgit Malaysia, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,05 persen terhadap dolar, membuat komoditas tersebut sedikit lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang asing. (Aldo Fernando)