AmInvestment Bank melihat area support CPO di 4.004 ringgit per ton dan resistance di 4.114 ringgit per ton.
Sementara, melansir dari Reuters, lembaga survei kargo diperkirakan merilis estimasi ekspor minyak sawit periode 1-20 Januari pada Selasa.
Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,4 persen, sementara kontrak minyak sawitnya menguat 0,37 persen. Perdagangan minyak kedelai di Chicago Board of Trade tutup karena libur nasional.
Pergerakan minyak sawit kerap mengikuti harga minyak nabati pesaingnya, mengingat persaingan di pasar minyak nabati global.
Harga minyak mentah cenderung stabil setelah menguat pada Jumat, seiring meredanya keresahan sipil di Iran akibat penindakan keras terhadap aksi protes.