Kondisi tersebut menurunkan kemungkinan serangan AS terhadap produsen utama Timur Tengah yang dapat mengganggu pasokan. Harga minyak mentah yang lebih kuat membuat minyak sawit semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Sementara itu, ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, tercatat stabil terhadap dolar AS.
Dari sisi kebijakan, AS telah mencabut larangan terhadap perusahaan minyak sawit Malaysia, FGV Holdings, setelah menilai perusahaan tersebut telah mengambil langkah memadai untuk menangani tuduhan praktik kerja paksa.
Di sisi korporasi, Genting Plantations Bhd menyatakan anak usaha tidak langsungnya, PT Susantri Permai, dikenai sanksi administratif sebesar Rp396 miliar oleh pemerintah Indonesia, atau setara sekitar USD23,46 juta. (Aldo Fernando)