Investor berharap adanya sinyal perbaikan hubungan dagang kedua negara dapat mendukung prospek permintaan minyak nabati global.
Meski demikian, penguatan pada akhir pekan belum mampu menghapus tekanan yang membayangi pasar CPO dalam beberapa pekan terakhir.
Kontrak CPO Malaysia membukukan penurunan mingguan ketiga berturut-turut, dengan pelemahan 1,89 persen sepanjang pekan ini.
Tekanan utama datang dari melemahnya permintaan India sebagai importir utama. Impor minyak sawit India pada April dilaporkan anjlok 26 persen dibandingkan Maret dan menjadi yang terendah dalam empat bulan terakhir.
Penurunan tersebut dipicu melambatnya pembelian institusi, ditambah selisih harga palm oil terhadap minyak nabati pesaing yang semakin menyempit sehingga mengurangi daya tarik CPO.