sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Logam Dasar Lesu, Tembaga Turun Meski Ada Sinyal Gencatan Senjata

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
26/03/2026 11:25 WIB
Harga logam dasar bergerak melemah pada Kamis (26/3/2026), dipimpin penurunan tembaga seiring meningkatnya stok dan melemahnya permintaan dari China.
Harga Logam Dasar Lesu, Tembaga Turun Meski Ada Sinyal Gencatan Senjata. (Foto: iStock)
Harga Logam Dasar Lesu, Tembaga Turun Meski Ada Sinyal Gencatan Senjata. (Foto: iStock)

IDXChannel – Harga logam dasar bergerak melemah pada Kamis (26/3/2026), dipimpin penurunan tembaga seiring meningkatnya stok dan melemahnya permintaan dari China, sementara pelaku pasar menunggu kejelasan proposal gencatan senjata di Timur Tengah.

Harga tembaga kontrak tiga bulan di Bursa Logam London (LME) turun sekitar 1,17 persen ke USD12.177 per ton, setelah sebelumnya sempat mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS.

Di Shanghai Futures Exchange (SHFE), kontrak tembaga paling aktif juga melemah tipis ke 95.160 yuan per ton, meski sempat menyentuh level tertinggi sejak 19 Maret.

Tekanan terhadap logam merah yang banyak digunakan di sektor listrik dan konstruksi itu datang dari lonjakan stok di gudang LME yang mencapai 361.075 ton, tertinggi dalam delapan tahun dan melonjak 153 persen sejak awal tahun.

Kenaikan stok ini mencerminkan pasokan yang melimpah di tengah permintaan yang belum sepenuhnya pulih.

Mengutip Reuters, permintaan dari China juga mulai mereda setelah sebelumnya sempat muncul aksi beli saat harga turun (dip buying).

Para trader menilai penurunan harga sebelumnya mendorong konsumen China melakukan restocking, namun momentum pembelian tersebut kini mulai berkurang.

Di sisi lain, investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi global dan pasar energi.

Iran dilaporkan sedang meninjau proposal Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang, membuka peluang negosiasi meski respons awalnya sempat negatif.

Pergerakan logam dasar lainnya di LME juga cenderung melemah, dengan aluminium turun 0,45 persen, timbal turun 0,55 persen, timah merosot 1,2 persen, dan seng melemah 0,7 persen.

Di SHFE, aluminium, timbal, timah, dan seng juga bergerak turun.

Namun, nikel menjadi pengecualian dengan kenaikan sekitar 0,5 persen setelah muncul kekhawatiran pasokan.

Perusahaan tambang Australia Nickel Industries menghentikan operasi tambang Hengjaya di Indonesia menyusul kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa, sehingga memicu kekhawatiran gangguan pasokan di pasar. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement