Bessent menambahkan, pelepasan tambahan minyak dari cadangan strategis AS masih dimungkinkan, sementara Wright menyebut realisasinya akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Fokus pada Selat Hormuz
Analis menilai harga akan tetap tinggi selama lalu lintas di Selat Hormuz terganggu, bahkan kemungkinan masih bertahan setelahnya. Sekitar 20 persen pasokan minyak dan LNG dunia melewati jalur tersebut.
“Selama aliran minyak melalui Selat Hormuz masih terbatas, arah harga minyak cenderung terus naik,” tutur Analis UBS Giovanni Staunovo.
Kepala Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol memperingatkan, pemulihan aliran minyak dan gas dari Teluk Timur Tengah bisa memakan waktu hingga enam bulan.
Pemerintahan Trump juga disebut tengah mempertimbangkan rencana untuk menduduki atau memblokade Pulau Kharg di Iran guna menekan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang berpotensi semakin menekan pasokan.