Pada Kamis, harga Brent sempat melesat di atas USD119 per barel, mendekati puncak 9 Maret, setelah Iran merespons serangan Israel ke ladang gas besar dengan melumpuhkan 17 persen kapasitas LNG Qatar.
Kerusakan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk diperbaiki.
Di sisi lain, Rusia dilaporkan menyerang fasilitas minyak dan gas Ukraina di wilayah Poltava dan Sumy, menurut perusahaan energi negara Naftogaz pada Jumat.
Sementara itu, jumlah rig minyak di AS bertambah dua unit menjadi 414 pekan ini, tertinggi sejak pertengahan Desember, menurut laporan perusahaan jasa energi Baker Hughes. (Aldo Fernando)