Di Selat Hormuz, jalur penting yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman, sekelompok kapal cepat Iran juga dilaporkan mendekati sebuah tanker berbendera AS di utara Oman, menurut sumber maritim dan sebuah konsultan keamanan.
Sejumlah anggota OPEC, seperti Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak, mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui Selat Hormuz, terutama menuju pasar Asia.
“Upaya diplomatik untuk menghindari serangan militer AS ke Iran sedang terurai. Tampaknya ada pihak-pihak di Iran yang berusaha keras menyabotase proses ini,” kata Direktur Energy Futures di Mizuho, Bob Yawger, dalam catatannya, dikutip dari Reuters.
Menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA), Iran merupakan produsen minyak mentah terbesar ketiga di OPEC pada 2025.
Pada Selasa, Uni Emirat Arab menyerukan agar Iran dan AS memanfaatkan dimulainya kembali perundingan nuklir pekan ini untuk menyelesaikan kebuntuan yang telah memicu ancaman serangan udara dari kedua pihak.