Di sisi lain, serangan Rusia yang terus berlanjut ke Ukraina meningkatkan kekhawatiran bahwa sanksi terhadap minyak Rusia akan bertahan lebih lama.
Langkah Trump memangkas tarif impor dari India turut mengangkat sentimen pelaku pasar dan pembuat kebijakan, meski rincian kesepakatan tersebut masih terbatas.
Trump pada Senin mengumumkan kesepakatan dagang dengan India untuk menurunkan tarif menjadi 18 persen dari sebelumnya 50 persen, sebagai imbalan penghentian pembelian minyak Rusia oleh New Delhi serta penurunan hambatan perdagangan.
India merupakan salah satu ekonomi dan importir minyak terbesar dunia.
Meski kesepakatan ini terlihat positif bagi pasar minyak, firma penasihat energi Ritterbusch and Associates menilai dampak jangka pendeknya kemungkinan hanya berupa diskon yang lebih besar pada minyak mentah Rusia, tanpa banyak memengaruhi aliran kargo bayangan ke pasar global.
Di Ukraina, Presiden Volodymyr Zelensky pada Selasa menuduh Rusia memanfaatkan gencatan senjata energi yang didukung AS untuk menimbun amunisi, lalu menggunakannya menyerang Ukraina sehari sebelum perundingan damai.