Namun Iran menuntut agar perundingan digelar di Oman, bukan Turki, serta dibatasi hanya pada isu nuklir bilateral, sehingga menimbulkan keraguan apakah pertemuan tersebut akan berlangsung sesuai rencana.
Harga minyak sempat melanjutkan penguatan setelah penutupan perdagangan, dengan Brent menembus USD68 dan WTI melampaui USD64 per barel.
Namun, penguatan itu sedikit terpangkas setelah Trump mengatakan AS masih bernegosiasi dengan Iran. Brent terakhir diperdagangkan di sekitar USD68 per barel, sementara WTI di kisaran USD63,91.
Harga minyak juga mendapat dukungan dari perkiraan penurunan tajam persediaan minyak mentah AS pekan lalu. Stok minyak mentah di negara produsen dan konsumen terbesar dunia itu turun lebih dari 11 juta barel, menurut sumber yang mengutip data American Petroleum Institute (API).
Sebelumnya pada Selasa, harga minyak turut ditopang sentimen positif dari kesepakatan dagang antara AS dan India yang memunculkan harapan peningkatan permintaan energi global.