Kontrak acuan tersebut juga mencatat level tertinggi sejak 12 Juni, setelah menguat 15,5 persen sepanjang pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak awal Maret.
Konflik di Timur Tengah kembali memanas selama akhir pekan. Militer AS melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam kesembilan berturut-turut, sementara sekutu AS di kawasan, yakni Kuwait dan Bahrain, melaporkan adanya serangan baru dari Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, kedua pihak juga meningkatkan tekanan terhadap jalur pelayaran. AS menyatakan tengah memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sedangkan Iran mengatakan akan menargetkan kapal-kapal yang melanggar aturan pelayaran yang diberlakukannya di Selat Hormuz.
Situasi tersebut semakin memicu kekhawatiran pasar setelah Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal terbakar di barat laut Kumzar, Oman, pada Senin pagi.
Analis Barclays, Amarpreet Singh, mengatakan beberapa hari hingga beberapa pekan ke depan akan menjadi periode penting untuk melihat seberapa besar dampak blokade dari kedua belah pihak terhadap ekspor minyak dari kawasan tersebut.