Menurut catatan Reuters, langkah tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan ekspor produk nikel olahan Indonesia, termasuk nickel pig iron (NPI) dan feronikel, yang merupakan bahan baku utama produksi stainless steel.
Kekhawatiran terhadap pasokan nikel sebenarnya telah muncul sejak awal tahun akibat serangkaian perubahan kebijakan di Indonesia, termasuk pemangkasan kuota tambang bijih nikel serta rencana perubahan pajak dan royalti.
Selain itu, Tsingshan Group China juga meminta produsen NPI di kawasan industri Weda Bay mengurangi produksi guna mengalihkan pasokan listrik untuk produksi aluminium. Langkah ini turut menopang kenaikan harga nikel.
Di antara logam LME lainnya, tembaga naik 0,53 persen menjadi USD13.482,50 per ton setelah sempat menyentuh level terendah lebih dari sepekan di USD13.350.
Aluminium naik 0,19 persen, seng menguat 0,81 persen, timbal bertambah 0,20 persen, dan timah melonjak 3,26 persen.