AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Hari Pertama IPO, Saham AVIA Ambles 65 Poin

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 08 Desember 2021 11:58 WIB
Saham PT Avia Avian Tbk (AVIA) di hari pertama IPO terpuruk -65 poin atau -6,99% di Rp865 per saham.
Hari Pertama IPO, Saham AVIA Ambles 65 Poin(Dok.MNC Media)
Hari Pertama IPO, Saham AVIA Ambles 65 Poin(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Debut perdana produsen cat Avian PT Avia Avian Tbk (AVIA) dalam penawaran saham perdana disambut goresan warna merah alias masih mengalami tekanan hingga mendekati sesi pertama perdagangan, Rabu (8/12/2021).

Hingga pukul 11:14 WIB, AVIA tampak terpuruk -65 poin atau -6,99% di Rp865 per saham dari harga perdananya di Rp930.

Kendati sempat melesat hingga Rp970 pada pagi tadi, momentum kenaikan tampak sulit dipertahankan. Adapun total transaksi mencapai Rp583,08 miliar dengan volume perdagangan mencapai 650,6 juta lembar saham.

Investor asing diketahui melakukan akumulasi pembelian bersih sebanyak Rp3,22 triliun di pasar negosiasi. Sayangnya, peraturan baru bursa tidak memperlihatkan pihak sekuritas mana yang mengeksekusi nilai fantastis tersebut.

Sebagai catatan, AVIA menawarkan total 11,77 miliar saham, mencakup sekitar 52,7% saham baru dan 47,3% dari saham yang ditawarkan oleh pemegang saham eksisting. Perseroan menawarkan harga perdana sebesar Rp930 per lembar saham. Dengan demikian, AVIA diperkirakan bakal mendapat dana segar senilai Rp5,76 triliun.

Presiden Direktur AVIA Wijono Tanoko mengatakan proses IPO AVIA mendapat dukungan dari investor institusi domestik dan asing maupun investor ritel. Diketahui, penawaran umum perdana saham ini diminati sejumlah investor ternama dari investor jangka panjang global, sovereign wealth fund (SWF), hingga institusi domestik, dan sempat mengalami beberapa kali kelebihan permintaan (oversubscription).

Wijono Tanoko menjelaskan dana bersih yang didapat melalui IPO akan digunakan untuk dapat terus meningkatkan pertumbuhan profitabilitas dan mempercepat ekspansi bisnis AVIA di dalam negeri, serta untuk pelunasan beberapa utang.

"Penawaran umum perdana saham ini adalah tonggak pencapaian yang penting bagi karyawan, pelanggan, pemasok, dan seluruh mitra Avian Brands,” kata Wijono dalam siaran resminya, Rabu (8/12).

Sementara itu, Direktur PT Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee menuturkan AVIA cukup dikenal publik dan menarik untuk dicermati sejalan dengan pangsa pasar yang kuat.

"Avian ini sudah sangat terkenal ya, nah kalau kita lihat secara pangsa pasar masih kuat, biasanya saham-saham IPO yang cukup dikenal publik sepertinya tampak diminati investor. Tentu kita berharap perusahaan ini akan aktif kedepannya," kata Hans dalam Power Breakfast, Rabu (8/12/2021)

Namun, Hans menilai harga perdana AVIA masih mahal dan meminta investor untuk melakukan pembelian ketika saat koreksi.

"AVIA itu hitungan saya PER-nya pada harga IPO. Kita prediksi PERnya ada di 25x, kemudian P/S 7,5x, dan PBV 16,75x. Jadi dari data ini tidak terlihat murah, tentu pelaku pasar harus hati-hati. Nanti kalau ada pelemahan baru bisa beli buy on weakness," tukasnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD