Perubahan data tersebut kemudian diterjemahkan oleh salah satu platform investasi sebagai aksi jual.
Dalam data transaksi investor, platform tersebut menampilkan kepemilikan Prajogo turun dari 71,37 persen menjadi 19,29 persen, atau berkurang 52,08 persen, bahkan disertai label "SELL".
Tampilan data itulah yang kemudian menyebar luas di media sosial, termasuk X, dan memicu spekulasi bahwa taipan yang namanya kerap menjadi perbincangan di kalangan investor ritel tersebut telah menjual sekitar 48,83 miliar saham BRPT.
Namun, Barito Pacific menegaskan anggapan tersebut tidak benar.
Dalam klarifikasi resmi yang diunggah melalui akun Instagram perseroan pada Selasa (7/7/2026) malam, manajemen menyatakan telah melakukan verifikasi langsung kepada Prajogo mengenai perubahan data tersebut.
Perseroan menjelaskan bahwa transaksi yang tercatat pada 6 Juli 2026 bukan merupakan transaksi penjualan maupun pengalihan saham, melainkan konversi sebanyak 48.827.508.290 saham dari bentuk scriptless (tanpa warkat) menjadi script (warkat).