Katalis lainnya berasal dari revisi metodologi free float MSCI, termasuk penggunaan klasifikasi investor yang lebih granular hingga sekitar 39 kategori serta peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen.
Rupiah Tertekan
Di sisi lain, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp17.104 per USD pada Jumat (10/4/2026), turun 14 poin atau 0,08 persen setelah sempat menyentuh level terendah Rp17.123 per USD di tengah sesi perdagangan.
Rupiah mencatatkan pelemahan mingguan kedua berturut-turut, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap ketahanan ekonomi domestik terhadap guncangan eksternal.
Dalam sepekan, Mata Uang Garuda tercatat melemah sekitar 0,7 persen dan dalam sebulan turun 0,8 persen.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) menjelang pembicaraan AS-Iran serta rilis data inflasi (CPI) Maret yang membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati.