Mengutip Trading Economics, tekanan eksternal juga diperparah kekhawatiran arus keluar modal setelah World Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026.
Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi menilai penurunan proyeksi tersebut belum sepenuhnya mempertimbangkan berbagai kebijakan dukungan pemerintah terhadap perekonomian.
Sejumlah indikator fundamental turut memberi tekanan, mulai dari kepercayaan konsumen yang turun ke level terendah dalam lima bulan pada Maret, cadangan devisa yang mendekati level terendah dua tahun, hingga surplus perdagangan yang semakin menyempit.
Di sisi lain, meski inflasi melandai, volatilitas harga minyak global masih menjadi risiko tambahan, terutama di tengah tekanan fiskal dari program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.
Kondisi ini membuat stabilitas rupiah tetap sensitif terhadap perkembangan global dan kebijakan domestik.